Jemaah Haji Diminta Dorong Koper Sendiri

Boyolali (Inmas) – Wakabid Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Solo, Khamdani meminta Calon Jemaah Haji untuk tidak kaget dengan sistem baru penanganan koper di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. Hal ini disampaikan kepada Jemaah Haji Kloter 71 saat acara pemberangkatan di Gedung Muzdalifah, (07/08).

“Ini pesan dari PPIH Jeddah, bahwa panjenengan nanti setelah turun dari pesawat, begitu masuk gate, keluar dari Bandara King Abdul Azis, panjenengan nanti membawa koper besarnya masing-masing.” ujar  Khamdani.

Lebih lanjut, Wakabid Penerimaan dan Pemberangkatan mengatakan agar Jamaah Haji jangan membawa kopernya sendiri-sendiri karena nanti ada troli yang bisa digunakan untuk bersama-sama, mengingat ukuran koper yang tidak kecil.

“Nanti disediakan troli, bareng-bareng ampun piyambak-piyambak. Nanti setelah keluar dari bandara menuju transit, nanti di transit dibawa ‘umal/pekerja dari arab Saudi. Yang penting kompak, ampun sendiri-sendiri.” jelasnya.

Seperti disampaikan oleh Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Afief Mundzir bahwa Kemenag melalui PPIH Daker Airport telah menindaklanjuti keluhan Jemaah Haji Indonesia yang wajib mendorong koper dari Gate sampai Plaza ruang tunggu Bandara Internasional KAA Jeddah.

“Pengelolaan koper dengan sistem baru ini menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Wizarah) karena pola lama dipandang memakan waktu. Dan kebijakan ini diberlakukan untuk semua Negara di dunia, tidak terkecuali Jemaah Haji Indonesia,” jelas Afif.

Atas keluhan yang disampaikan Jemaah Haji asal Indonesia terkait penanganan koper di Bandara KAA Jeddah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Wizarah) meminta pengelola Bandara KAA Jeddah menyiapkan tenaga angkut beserta kereta dorong di dekat counter bea cukai. Fasilitas itu hanya  untuk Jemaah Haji Lanjut Usia dan Sakit. PPIH Daker Airport juga meminta petugas KBIH mensosialisasikan kebijakan baru ini. (hd/aff)