Kab. Magelang Didorong Menjadi Motivator Suksesnya Ujian Nasional

Mungkid – Kepala Madrasah diharapkan mempelajari,  menguasai,  dan bekerja sesuai  POS Ujian Nasional yang telah ditentukan. POS UN telah mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan ujian nasional pada Madrasah.  Dengan demikian, pelaksanaan Ujian Nasional pada madrasah dapat terselenggara dengan sukses.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaraan 2017/2018 jenjang Madrasah Aliyah di MAN 1 Magelang, Sabtu, (17/02). Hadir dalam rapat tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Muslih, Kepala Madrasah Aliyah dan Wakil Kepala Urusan Kurikulum MA sekabupaten Magelang.

Mad Sabitul Wafa menekankan pentingnya menyukseskan pelaksanaan Ujian Nasional dalam rangka mengimplementasikan slogan Ditjen Pendis “Madrasah Hebat Bermartabat”. Selain memahami POS UN, Sabitul Wafa berpesan kepada para insan pendidikan madrasah untuk menyukseskan pelaksanaan UN melalui langkah-langkah sebagai berikut.

Pertama, Kabupaten Magelang hendaknya bisa menjadi motivator di antara kabupaten yang lain,  setidaknya se-Kedu.  Untuk mewujudkan harapan ini, diharapkan para Kepala Madrasah untuk bekerja dengan penuh inovasi agar dapat menjadi contoh bagi madrasah lain di lingkup Karesidenan Kedu.

Kedua,  tingkatkan prestasi maksimal sehingga bisa memunculkan prestasi sebagai sepuluh besar di tingkat provinsi. Para Kepala Madrasah diharapkan dapat memunculkan inovasi sehingga menghasilkan prestasi berupa perolehan hasil Ujian yang memuaskan. Cara-cara baru harus ditempuh dalam rangka mempersiapkan peserta didik siap menghadapi Ujian Nasional, baik penguatan akademik maupun penguatan mental spiritual.

“Anak-anak dengan kemampuan Pentium dikumpulkan sehingga madrasah punya siswa unggulan. Guru juga mudah dalam mengajar. Hal tersebut bisa menjadi jalan untuk menerobos ke tingkat provinsi,” katanya.

Ketiga, membuat inovasi yang strategis dengan pendidikan karakter. Karakter adalah nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Orang berkarakter berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Proses pembelajaran di madrasah merupakan inti dari pendidikan pada semua jenjang yang perlu ditingkatkan mutunya sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi melalui pembelajaran inovatif dan menkgonstruksi pengetahuan secara mandiri.

“Misal, dari yang paling kecil, kerapian pakaian anak dinilai. Jadi kalau lihat anak madrasah itu kesannya rapi, nggak kalah dengan sekolah favorit. Kan tanpa biaya?” canda Wafa.

Keempat, jangan membuat soal ujian yg sensitif yg memicu sara.

Kelima, ada target waktu dalam ujian yang harus ditempuh. Wafa mengharapkan kepala Madrasah  itu harus sukses perencanaan,  pelaksanaan dan evaluasi.

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah Muslih, menyampaikan slogan baru Madrasah Hebat memiliki indikator pada peningkatan   kualitas madrasah baik pada tenaga pendidik,  tenaga kependidikan yang semakin profesional,  serta kualitas siswa yg berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Sedangkan bermartabat identik dengan membangun karakter peserta didik guna menghasilkan siswa yang berakhlaqul karimah

“Sehubungan dengan pelaksanaan ujian,  diharapkan siswa madrasah mampu dan hebat dalam ujian. Seluruh Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah,  tahun pelajaran 2017/2018 siap mengikuti UN,  US,  dan UAMBN berbasis komputer meskipun belum semua mandiri,” kata Muslih.

Muslih menyampaikan jadwal pelaksanaan UAMBK-BK tanggal 26 sd 31 Maret 2018, UN-BK tanggal 9 s.d. 12 April 2018, dan US-BK tanggal 19 s.d. 26 April 2018. (fz/am/bd)