Kabupaten Karanganyar Butuh Penyelenggara Buddha

Karanganyar – Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar sepertinya membutuhkan seorang Penyelenggara Buddha, seperti adanya Peneyelenggara Katolik di Kemenag. Hal ini merujuk pada banyaknya umat Buddha dan Majelis yang ada di Kabupaten Karanganyar agar memudahkan dalam melakukan koordinasi.

Demikian disampaikan oleh Guru PNS Pendidikan Agama Buddha, Joko Wahyudi saat mengutarakan keluh kesahnya mengkoordinir umat Buddha pada kegiatan Rapat Koordinasi Umat Agama Buddha di Aula Kemenag, (03/05).

“Kemenag Karanganyar hanya memiliki seorang PNS yang beragama Buddha, dengan profesi seorang guru. Dalam mengkoordinir umat dan kegiatan keagamaan bersama dengan Pemerintah serta pemenuhan data keagamaan, kami seringkali kesulitan karena kurangnya personel. Oleh karenanya kalau ada tambahan pegawai atau terlebih Penyelenggara Buddha, kami rasa itu akan sangat membantu,” jelas Joko menjelaskan persoalan koordinasi Umat Buddha.

Menanggapi persoalan yang ada pada Umat Buddha tersebut, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar, H. Wiharso mengatakan bahwa permasalahan tersebut bukan kewenangannya, melainkan kewenangan yang dimiliki oleh Pusat karena terkait dengan tata organisasi Kementerian Agama.

“Permasalahan yang ada pada Umat Buddha di Kabupaten Karanganyar bukan kewenangan kita di daerah tapi kewenangan pusat karena terkait dengan tata kelola Instansi Pemerintah. Namun demikian, karena belum adanya penyelenggara agama Buddha, maka hal itu bisa dikoordinasikan dengan kami di TU. Tidak usah sungkan, karena Kemenag bukan hanya milik satu agama, Kemenag milik semua umat beragama”, jelas Wiharso.

Lebih lanjut Kasubbag TU mengajak umat beragama untuk meyakini agamanya dengan baik dan benar sesuai dengan ajarannya sehingga akan menjadi umat yang lebih baik lagi. Menurutnya, dengan itu suasana keagamaan dan bermasyarakat di lingkungannya akan menjadi lebih baik.

“Mari umat beragama untuk meyakini agamanya dengan benar sehingga lebih baik lagi. Dengan demikian dalam menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah kita akan lebih mudah,” tambahnya.

Di Kabupaten Karanganyar ada tiga majelis agama Buddha, diantaranya adalah Majelis Tri Darma, Majelis YPSBDI, dan Majelis Maga Bogi. Dalam rapat koordinasi yang diikuti 40 perwakilan umat Buddha di Kabupaten Karanganyar, dibahas tentang penyelenggaraan Hari Raya Waisak pada tanggal 29 Mei 2018 dan Proses pengajuan bantuan ke Bimas Buddha. (ida-hd/wul)