Kabupaten Karanganyar Harus Tetap Kondusif

Karanganyar – Kabupaten Karanganyar Harus Tetap Kondusif. Demikian ditegaskan oleh Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo dalam kegiatan Silaturahim Forkompimda, FKUB, dan Elemen Masyarakat Kabupaten Karanganyar di Ruang Podang 1 Sekretariat Daerah, Selasa (15/05).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka mencegah dan menangkal aksi terorisme di wilayah Kabupaten Karanganyar ini diikuti sebanyak 125 orang yang terdiri dari unsur Forkompinda, Kemenag, Elemen Masyarakat, Organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan MMI, FKUB Karanganyar, DAI Kamtibnas, serta jajaran Polres dan Kodim Karanganyar.

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya ini membuktikan bahwa Kabupaten Karanganyar masih aman dan kondusif dimana Pemerintah, Ulama dan masyarakat duduk bersama dengan tujuan sama.

“Semuanya duduk bersama, saya sangat optimis Karanganyar masih aman dan kondusif. Kita ketawa, terbahak itu menandakan bahwa kita itu guyub & rukun. Tidak ada artinya bupati tanpa dukungan tokoh-tokoh diruangan sini karena bapak-bapak disinilah yang punya pengaruh, menjadi simbol dimasing-masing lingkungannya. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. NKRI harga mati, bangsa indonesia tetap bersatu,” jelas Prijo Anggoro.

Lebih lanjut Pjs Bupati mengatakan bahwa sebenarnya banyak orang yang tertarik sekaligus iri dengan apa yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia sengan kegotong-royongannya, saling memilikinya, kebersamaannya dan kerukunan dalam perbedaan yang ada.

“Banyak orang tertarik dengan kebersamaan Indonesia, dengan perbedaan Indonesia, orang pasti akan iri dengan gaya Indonesia yang gotong royong, saling memiliki, handarbeni. Mari kita jaga bersama,” harapnya.

Diakhir sambutannya Pjs. Bupati Karanganyar ini mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama-sama membuat kondusifitas Karanganyar yang betul-betul sejuk, pilkada yang damai, memakmurkan masjid, serta menghindari politik praktis di rumah ibadah.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Karanganyar, H. Musta’in Ahmad sebelumnya mengucapkan duka yang mendalam atas insiden terorisme yang terjadi baru-baru ini. Menurutnya, tidak ada satupun agama yang membenarkan aksi terorisme tersebut, sehingga apa yang dilakukan teroris tersebut bukan berasal dari ilmu agama.

“Sesungguhnya agama apapun yang hidup di Indonesia ini tidak membenarkan, tidak memiliki akar beragama yang ekstrim di dalam kehidupan kita ini.” katanya.

Kepala Kemenag juga mengajak seluruh umat beragama untuk beragama secara moderat. menurutnya, beragama yang moderat, beragama wasathiah, beragama yang berada di tengah-tengah, tidak akan menjadikan orang menjadi ekstrim kiri dan ekstrim kanan sehingga menjadi liberalis dan radikalisme.

Diakhir acara, Silaturahim Forkompimda, FKUB, dan Elemen Masyarakat Kabupaten Karanganyar dibacakan pernyataan sikap sekaligus penandatanganan Anti Terorisme dan Anti Kekerasan oleh jajaran Forkompinda dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama. (ida-hd/Wul)