Kabupaten Wonogiri Akan Menjadi Tuan Rumah MAPSI PAI SD Jawa Tengah Tahun 2018

Wonogiri – Kabupaten Wonogiri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-21 tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, 16 – 18 Nopember 2018.  Sesuai rencana pembukaan dan lomba  akan di selenggarakan di alun-alun Giri Krida Bhakti dan sekitarnya.

Kepala Seksi PAKIS Kankemenag Wonogiri, Sarwono ketika memberikan arahan kepada panitia MAPSI di Aula Dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Wonogiri, Sabtu (10/11) mengatakan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan MAPSI, terlebih lagi Kabupaten Wonogiri berkesempatan dan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKG PAI SD Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh siswa SD se Jawa Tengah sebanyak 1.680 peserta dengan jumlah peserta tiap Kabupaten/kota 36 anak dan pendamping 12 orang berasal dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah,” jelas Sarwono.

Tujuan utama MAPSI menurut Sarwono adalah sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pelaksanaan PAI SD di Wonogiri, serta meningkatkan akhlaqul karimah dan memupuk ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa cinta islami sehingga menjadi spirit dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Event MAPSI harus benar-benar menjadi ajang  memamahi dan meningkatkan keberadaan seni islami yang semakin tergerus perkembangan zaman, juga mampu meningkatkan ketrampilan beragama dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Lomba MAPSI ini sangat bagus dan strategis sebagai bagian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Mereka inilah generasi penerus bangsa, sehingga dengan menanamkan pengetahuan dan pemahaman agama terhadap anak usia dini dapat memberikan landasan spiritual yang kuat sekaligus  membentuk aklaqul karimah dan budi peserta pada peserta didik,” tegasnya

Selain  itu  lomba MAPSI ini dalam rangka menggali potensi kreasi dan inovasi dari anak-anak SD. Selain itu bagian dari pelestarian kesenian tradisonal yang bernuansa islami, seperti rebana dan macapat selain itu sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pendididkan agama Islam di  Jawa Tengah.

Secara khusus Sarwono berpesan kepada panitia dari kabupaten Wonogiri untuk mempersiapkan kegiatan secara tertib dan matang mengingat ajang ini sangat besar. (mursyid/heri/rf)