Suasana Rapat Kajian Oparasional

Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Brebes

Brebes,  Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs.H.Fajarin, M.Pd.  bersama Unsur Fokopimda Brebes yang merupakan Kesatuan dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Brebes, mengikuti kegiatan Rapat Pendampingan Lapangan Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Percepatan Penangan Pandemic Covid-19, di Ruang Rapat Sekda Brebes, Rabu (18/08/2021).

Merujuk surat Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor B-1076/ SATGAS/PD.01.02./08/2021 tertanggal 03 Agustus 202i, disebutkan pendampingan secara luring  yang merupakan tahapan acara pertama yang diselenggarakan oleh Tim Pakar Satgas Covid-19 itu, bertujuan untuk menggali dan menganalisis informasi dan implementasi program penanganan Covid-19 di masing-masing daerah, yang melibatkan 128 kabupaten/kota se-Jawa-Bali.

Selanjutnya, masih merujuk pada surat di atas, Tim Pakar  Satags Covid-19 akan melanjutkan acara ke tahapan ke dua. Yaitu, pendampingan lapangan yang akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas kedaruratan di suatu wilayah berdasarkan data dan informasi yang diperoleh selama melakukan pendampingan daring.

Hal itu dilakukan agar pimpinan daerah dapat mengendalikan Covid-19 dengan baik di wilayah masing-masing, waktunya pada 4-20 Agustus 2021.

Selepas itu, berlanjut ke tahapan terakhir, yaitu pembekalan peningkatan kapabilitas pimpinan kolaboratif dalam percepatan penanganan Covid-19. Pembekalan itu bertujuan untuk membekali dan mendampingi para pemangku kebijakan penanganan pandemi daerah, agar memiliki karakter tangkas dan kolaboratif dalam menjalankan pengelolaan krisis pandemi secara terpadu, multisektor serta berwawasan kebangsaan, sedang survei  lapangan akan dilaksanakan pada 18-20 Agustus 2021, yang  menyasar ketiga  sektor yaitu  Pertama Sektor Kesehatan, yang bertumpu bagaimana memenej dan mengendaliakan Penyebaran dan Penularan Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemda Brebes, mempersiapkan tenaga kesehatan (naskes) dan fasilitas kesehatan (faskes) serta proses mitigasi dihulunya seperti sosialisasi penerapan prokes 5 M + 1 D dan melaksanakan 3 T yaitu testing, tracing dan treatment. Kedua Sektor Ekonomi, dengan ditandai proses-produksi sudah berjalan, ketersediaan sembailahan bahan pokok bagi masyarakat, pengelolaan sumber-sumber ekonomi sepeti pasar tradisonal. dan pasar modern. memastikan industri dan logistik berjalan secara signifikan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ketiga. Sektor Pendidikan berkaitan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah/madrasah/ pondok pesantren dan lembaga pendidkan lainya. (Hid/Sua)