Kakankemenag Baca Do’a Berbahasa Jawa pada Prosesi Dugderan

Semarang“Dhuh Gusti Alloh ingkang Maha Luhur, Kito ingkang badhe nindhaaken ibadah poso ing wulan Romadhon, mugi sageto lulus awit Gusti piyambak ingkang paring kasantosaning badan, kesehatan, saha kekiyataning iman, temahan saged mungkasi ibadah menika kanthi sampurno lan budhi tulus.
Dhuh Gusti Kang Murbeng Gesang, Kito inggih ndedhonga kagem Kota Semarang mugi-mugi Gusti berkahi dimen sansoyo hebat. Mugi Gusti paring Kota Semarang tansah adem, tentrem, makmur, gemah ripah loh jinawe toto tentrem karto raharjo, murah sandang lan murah pangan. Gusti tebihaken kalayan gesang kesrakat ananging sedoyo masyarakat anampi gesang kang murwat”.

Demikian bagian sepenggal do’a yang dibacakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib pada prosesi dugderan menyongsong Ramadhan 1438H di Balaikota Semarang, Kamis (25/05).

Prosesi dugderan selalu ditunggu oleh masyarakat Kota Semarang sebagai tanda bahwa Ramadhan sudah dekat. Perayaan sebagai upaya pelestarian budaya dan sejarah ini diikuti oleh pelajar pada jenjang SMA/SMK/MA dan masyarakat umum. Selain pelajar, karnaval diikuti pula oleh mahasiswa Perguruan Tinggi, organisasi keagamaan, organisasi pemuda, kalangan hotel dan perusahaan serta komunitas seniman. Peserta 16 kecamatan se-Kota Semarang turut pula meramaikan kegiatan ini.

Dihadiri Walikota Semarang, Muspida, Ketua DPRD dan pimpinan instansi/lembaga yang semuanya mengenakan pakaian adat semarangan. Rangkaian acara dibuka dengan penampilan tari kolosal dan persembahan drumb band PIP serta pasukan berkuda. Do’a dalam Bahasa Jawa dibacakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang. Seusai acara di Balaikota, Walikota Semarang beserta istri dan jajaran pimpinan instansi/lembaga menaiki bendi hias dan kereta kencana. Arak-arakan karnaval bergerak dari Balaikota menuju Masjid Agung Semarang (MAS) melalui Jalan Pemuda.

Ketika dimintai keterangan tentang rangkaian prosesi dugderan, Kakankemenag memaparkan bahwa prosesi ini merupakan napak tilas sejarah yang dulu dilakukan para pendahulu Kota Semarang dan pada masa sekarang dilakukan beberapa penambahan dalam rangka melestarikan budaya yang sarat dengan religiusitas. “Sesampai di MAS, dilakukan prosesi utama penyerahan shuhuf halaqah alim ulama MAS kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat (Walikota) untuk dibacakan kepada warga Kota Semarang. Dilanjutkan pemukulan bedhug disertai suara meriam dan pembagian roti ganjel rel,” papar Habib.

Selanjutnya rombongan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melalui Jalan Kartini. Di lokasi ini acara semakin meriah dengan disambut berbagai kesenian kecamatan dan drumb band AMNI. “Di MAJT, Shuhuf halaqah diserahkan kepada RM Tumenggung Probohadi Kusumo (Gubernur Jateng yang diwakili oleh Sekda Sri Puryono) untuk diumumkan kepada masyarakat Jateng. Pengumuman ini sebagai tanda kapan dimulainya awal puasa Ramadhan bagi masyarakat muslim,” terang Kakankemenag.(ch/gt)