Kakankemenag Boyolali : Jangan Memaksakan Kehendak

Boyolali – Banyaknya aliran radikalisme yang terjadi di masyarakat akhir akhir ini merupakan efek dari kurangnya toleransi yang ada. Masyarakat lebih cenderung untuk mementingkan dirinya sendiri daripada mengedepankan sikap toleransi sehingga banyak sekali terjadi kasus pemaksaan kehendak.

“Jangan memaksakan kehendak”, ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Nurudin dalam acara seminar sehari Menangkal Radikalisme Melalui Penguatan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Kabupaten Boyolali.

Nurudin menyampaikan bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Sesuai apa yang tertulis dalam Al Quran surat Al Anbiya ayat 107. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, tentunya rahmat yang dibawa oleh islam bukan hanya milik pemeluknya saja, tetapi bagi seluruh umat manusia, bahkan bagi seluruh alam termasuk hewan dan tumbuhan yanga da di bumi ini.

“Sebagai agama  yang rahmatan lil alamin, islam harusnya bisa memberikan kedamaian kepada manusia”, lanjut nurudin. Apa yang terjadi akhir akhir ini salah satunya disebabkan karena kurangnya pemahaman agama terutama islam sehingga menyebabkan banyak sekali terjadi gerakan radikalisme yang berujung pada aksi anarkis, bahkan berujung pada tindakan terorisme. Nurudin mengajak agar seluruh pemeluk agama utamanya islam agar mempelajari ajaran agama seutuhnya. Jangan mempelajari agama secara sepotong hingga menyebabkan kurang lengkapnya pemahaman seseorang terhadap agama yang dianut.

Selanjutnya Nurudin menghimbau agar seluruh yang hadir pada kesempatan ini untuk membumikan sikap pluralis, humanis, dialogis dan toleran. Diharapkan dengan berbekal sikap tersebut dapat tercapai kehidupan yang harmonis di Kabupaten Boyolali.

Acara yang diselenggarakan oleh PGRI Kab Boyolali pada rabu (29/03) tersebut bertempat di Pendopo Alit Rumah Dinas Kabupaten Boyolali. diikuti oleh lebih dari 250 orang peserta yang terdiri dari Guru agama pada sekolah umum, tokoh masyarakat, pemuda, Mahasiswa, dan siswa/siswi SLTA yang ada di Kabupaten Boyolali. bertindak selaku keynote speaker Direktur Informasi Badan Intelejen Negara Republik Indonesia DR. Wawan Hadi Purwanto, SH, MH. Dilanjutkan diskusi panel oleh Kapolres, Dandim, dan Ka Kankemenag Kabupaten Boyolali. (jaim)