Kakankemenag Buka Pelatihan Proktor USBN BK Tingkat MTs

Kudus – USBN Berbasis Komputer merupakan salah satu bentuk respon Kementerian Agama terhadap perkembangan tehnologi dan penguatan karakter siswa siswi madrasah. Dengan  berbasis komputer ini USBN BK akan memacu integritas,kejujuran dan kedisiplinan siswa siswi madrasah.

Terkait dengan hal tersebut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus melalui seksi Pendidikan dan Madrasah menggelar pelatihan Proktor/Teknisi  USBN BK tingkat MTs di Hotel Grypta Kudus, Selasa (26/3).

M. Ghufron  menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan para proktor dan teknisi pada madrasah agar lebih memahami aplikasi sehingga akan memudahkan pelaksanaan USBN BK  . Kegiatan bintek ini dikuti perwakilan  Proktor dari MTs se Kabupaten Kudus sebanyak 65 orang dengan menghadirkan nara sumber dari  tim Helpdesk Kabupaten Kudus yang di ketuai oleh  M. Azhar Latif.

Kepala Kantor Kementeria Agama Kabupaten Kudus, Noor Badi dalam sambutanya sekaligus membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Seksi Pendidikan dan Madrasah yang telah menyelenggarakan pelatihan bagi teknisi maupun proktor untuk meningkatkan sumber daya manusia , karena teknis USBN BK sangat penting maka perlu diselenggarakan pelatihan kusus yang didampingi ahlinya supaya dalam pelaksanaan ujian nanti berjalan lancar. Dan agar pelaksanaana  bisa  lancar maka harus dipersiapkan sarana dan prasarana  seperti server, jaringan, semua peralatan baik dari segi Sof Hardware, Sof ware serta persiapan listrik dan alat genset untuk mengantisipasi bila listrik padam.

Beliau berharap pelaksanaan USBN tahun ini bisa berjalan lancar baik mulai persiapan , pelaksanaan dan sukses hasil.

Ketua Tim Helpdesk Kabupaten Kudus,  M. Azhar Latif dalam menyampaikan materinya   menjelaskan bahwa VDI (Virtual Desktop Infrastructure) adalah berfungsi sebagai aplikasi ujian berbasis komputer dimana soal dan kelengkapan data madrasah dan peserta sudah di sinkron dalam VDI” Helpdesk berfungsi membantu secara teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer agar dapat berjalan dengan lancar di seluruh kegiatan ujian berbasis komputer” . (St.Zul/wwk/bd)