Kakankemenag : Jadi ASN Kemenag Harus Bangga

Rembang – Kementerian Agama mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, ASN Kemenag diminta memiliki rasa bangga. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, M. Fatah pada kegiatan pembinaan dan Halal bi Halal yang digelar oleh MTsN 5 Rembang, Rabu (19/5/2021).

Fatah mengatakan, ASN sekarang berbeda dengan dahulu. Menurutnya, dulu ASN masih belum begitu bangga dengan statusnya. Tapi sekarang, dengan peran serta aktif dalam pembangunan bangsa, ASN Kementerian Agama harus memiliki rasa bangga dan menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat.

“ASN sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Dulu kita belum begitu bangga. Namun sekarang kita harus menunjukkan rasa bangga itu dengan bekerja serius,” tandas Fatah.

Peran serta aktif tersebut di antaranya, Kementerian Agama menjadi andalan pemerintah untuk turut serta menanggulangi Covid19 dari tingkat nasional hingga desa. Hal ini karena, Kementerian Agama mempunyai stakeholder internal hingga ke tingkat desa, yaitu Penyuluh Agama.

“Peran serta kita dalam menanggulangi Covid19 itu sangat luar biasa. Kemenag menjadi instansi yang paling diandalkan dalam hal ini. Kita memiliki cara pandang dari negara hingga desa, sehingga antisipasi Covid19 oleh penyuluh dilakukan hingga ke desa-desa,” ujar Fatah.

Selanjutnya, Fatah juga menyinggung pesantren sebagai cikal bakal berdirinya madrasah. Diungkapkannya, madrasah berasal dari pesantren sebagai pendidikan tertua di Indonesia. “Jauh sebelum kemerdekaan RI, pesantren sudah ada dan menjadi sarana pendidikan masyarakat Indonesia, utamanya dalam belajar agama,” kata Fatah.

Kemudian seiring dengan kebutuhan zaman, lahirlah madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mengadopsi pola pendidikan pesantren dengan manajemen yang lebih modern.  “Itulah sebenarnya awal sejarah madrasah,” kata Fatah.

Acara ini diisi dengan tausiyah oleh KH Atho’illah Muslim. Turut hadir juga, segenap guru dan karyawan MTsN 5 Rembang, para purna tugas, M. Ali Anshory dan Jasim, Kasubag TU, Moh. Mukson dan pengawas Madrasah, Agung Suharto. — iq