Kakankemenag kunjungi madrasah potensial

Karanganyar – Sudah menjadi hal biasa apabila pelaksanaan Ujian Nasioanal atau Ujian Madrasah pada Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah maupun Aliyah dikunjungi oleh pejabat di lingkungan Kementerian Agama seperti Kepala Kantor atau Kepala Seksinya. Namun yang jadi tidak biasa adalah ketika madrasah yang dikunjungi itu bukanlah madrasah yang berada di pusat kota atau yang berdekatan dengan Kantor Kementerian Agama. Ini menandakan ada sesuatu hal yang terjadi pada madrasah tersebut, bisa karena prestasinya atau sebaliknya.

Saat pelaksanaan Ujian Nasional yang berlangsung selama tiga hari, mulai hari Senin tanggal 13 – 15 April 2015, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad mengunjungi dua madrasah di kecamatan yang cukup jauh dari pusat kota. Pertama adalah Sekolah Theologi Menengah Kristen (STMK) dan kedua adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondangrejo yang berada di Kecamatan Gondangrejo.

Menurut Musta’in, Sekolah pertama yang dikunjunginya tersebut (STMK) karena hampir tidak ada informasi yang diperoleh terkait keberadaannya. Padahal sekolah tersebut lokasinya cukup luas, muridnya cukup banyak dan bahkan memiliki tiga tempat di Kabupaten Karanganyar dan yang terpenting adalah sekolah tersebut berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar. “Ini terjadi karena kurangnya laporan dari pihak terkait kepada Kementerian Agama, atau mungkin mereka lebih sering berkoordinasi dengan Diknas Kabupaten Karanganyar”, ucapnya.

Musta’in berjanji akan terus memantau keberadaan sekolah tersebut, meminta laporan pengawas yang bertugas pada sekolah tersebut dan melakukan koordinasi yang intens seperti halnya madrasah lainnya agar Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar tidak dianggap seolah-olah membiarkannya.

Selanjutnya, lokasi kedua yang dikunjungi ini adalah madrasah potensial yang dimiliki Kabupaten Karanganyar, yaitu MAN Gondangrejo. Saat melakukan penelusuran pada madrasah tersebut didapat beberapa fakta yang cukup menggembirakan, diantaranya adalah jumlah murid yang tidak pernah menurun tiap tahunnya, prestasi olahraga dan ekstrakurikuler yang diraihnya tiap tahun serta prestasi akademik yang dibuktikan oleh lulusan-lulusannya.

“Madrasah ini terus berkembang Mas, jumlah muridnya selalu meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kami dirasa perlu untuk menambah gedung untuk menampung berbagai kegiatan madrasah. Kami juga tiap tahunnya selalu berbicara di bidang olahraga, baik itu di kejuaraan tingkat Kabupaten maupun Provinsi. KSM dan AKSIOMA adalah bukti bahwa nama madrasah kami sering mengharumkan Kabupaten Karanganyar”, ujar Kepala TU MAN Gondangrejo, Yuli Hastuti saat diwawancarai humas Kankemenag Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut Yuli menceritakan prestasi lainnya dibidang akademik. Menurutnya, dua tahun lalu siswa MAN Gondangrejo pernah mendapatkan nilau UN tertinggi se-Karisidenan Surakarta pada satu mata pelajaran. Dan lulusan dari madrasah ini cukup banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri seperti UGM, UNDIP, UNS dan UIN.

Madrasah hari ini memang sedang berada pada tren positif. Disaat cukup banyak sekolah yang regrouping karena sulitnya mendapatkan murid, beberapa madrasah malah menolak murid karena kuota yang tidak mencukupi. Masyarakat semakin memahami bahwa ilmu pengetahuan umum saja tidak cukup untuk dapat survive di masa mendatang, butuh ilmu agama yang dapat membimbing dan memberikan motivasi kehidupan agar dapat berprestasi di dunia dan akhirat. (Hadi)