Kakankemenag mewisuda 49 santri LAPAS

Cilacap – “Dengan mempelajari ilmu agama secara mendalam, manusia akan bisa merubah mentalnya menjadi lebih baik”. Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II b, Syarif Hidayat, saat memberikan sambutan pada acara wisuda santri pondok pesantren Daarut Taubah wa Tarbiyah, Rabu (8/4) di Aula Lapas.

Pondok pesantren yang didirikan atas kerja sama dengan Kementerian Agama dua tahun lalu, menerjunkan delapan orang penyuluh agama Islam sebagai tenaga pendidiknya. Adapun pembelajaran yang dilaksanakan adalah ilmu Fiqh, Tauhid, baca tulis Al Qur’an atau Tajwid, Aqidah Akhlaq. Sedangkan untuk evaluasi diadakan tiap semester dan setelah dua semester, para santri diwajibkan mengikuti ujian akhir.

Wisuda angkatan dua kali ini diikuti sebanyak 28 santri kelas dasar dan 25 santri kelas lanjutan/pendalaman yang telah mengikuti ujian akhir kelulusan dari jumlah 53 santri, sebanyak 49 santri dinyatakan lulus sedangkan empat santri tidak berhasil menyelesaikan belajar karena tidak memenuhi persyaratan.

Syarif Hidayat lebih lanjut mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha meningkatkan peran serta pemerintah pusat hingga daerah dalam memberikan pendidikan bagi para warga binaan, disamping menggalang perhatian dan partisipasi seluruh unsur lapisan masyarakat sebagai penerima warga binaan usai menyelesaikan pendidikan keagamaan dan masa hukumannya untuk kembali menyatu dengan masyarakat.

Hidup bersama Al-Qur’an

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Mughni Labib, mengatakan bahwa umat Islam harus hidup bersama Al Qur’an, untuk itu dibutuhkan pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin sebagai pokok dalam mempelajari Islam yang mengedepankan keseimbangan, toleransi dan dinamis dalam segala bidang kehidupan, sehingga akan menghasilkan insan kamil sebagai dambaan setiap umat manusia.

Kakanwil Kemenkumham Prov. Jateng yang diwakili Kabid Keamanan, Supratikno dalam sambutannya menandaskan kembali, bahwa hidup manusia akan bisa berjalan dengan baik hanya bila manusia bersama Al Qur’an. “Hanya al Qur’anlah sumber dari segala sumber ilmu dan peraturan yang mampu membawa manusia selamat dunia hingga akhirat,” tegasnya. Karenanya, dibutuhkan pemahaman yang tepat untuk kemudian bisa mengaplikasikannya secara sebenar-benarnya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cara tersebut Supratikno berkeyakinan bahwa, kehidupan masyarakat madani bukanlah sekadar impian, tetapi merupakan kenyataan.

Supratikno mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan mendoakan agar ilmu dan ketekunannya dalam mempelajari agama akan terus diaplikasikan hingga setelah bebas bermasyarakat kembali. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kantor Kementerian Agama Kab. Cilacap yang telah bekerja sama untuk meraih prestasi bagi Lapas Kelas II b dalam membina para warganya.

Guna kelanjutan program pendidikan pondok pesantren Daarut Taubah wa Tarbiyah, kerja sama satu tahun ke depan juga langsung ditandatangani antara Kakankemenag Kab. Cilacap dan Kalapas Kelas II b Cilacap. (Budiono)