Kakankemenag Pati Lakukan Pembinaan dan Sosialisasi SI-EKA di MTsN 1 Pati

Pati – Menyongsong pemberlakuan SIEKA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pati maupun secara nasional, Manajemen MTsN 1 Pati adakan pembinaan dan sosialisasi bagi ASN yang menjadi lingkup kewenangannya. Pembinaan dan Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Pati bersama KaSubbag Tata Usaha dan tim, bertempat di Komplek Gedung utara madrasah setempat, Jumat (5/10/2018)

Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, dalam sambutannya melaporkan, telah melakukan serangkaian penyesuaian atas perubahan nomenklatur dari MTsN Winong Kabupaten Pati menjadi MTsN 1 Pati, baik dalam hal bangunan dan tata ruang, administratif, SDM, mindset, kinerja maupun budaya, ujarnya.

Menurut Syafak (begitu nama panggilan Kepala MTsN 1 Pati), Penyesuaian bangunan dan tata ruang yang sudah dilaksanakan antara lain, rekonstruksi gapura pintu masuk gedung selatan dan utara berikut pagar depan, sanitasi dan drainase komplek gedung utara dan selatan, pengadaan ruang Wakil Kepala Madrasah, penataan ruang Tata Usaha, laboratorium dan minimarket.

Penyesuaian administrasi di antaranya, reformulasi Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah, Papan Nama dan perangkat administrasi perkantoran. Penyesuaian SDM dengan menambah beberapa Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai upaya meminimalisasi kesenjangan antara volume pekerjaan dan SDM-nya, jelasnya.

Penyesuaian kinerja antara lain, kinerja guru/pegawai diawali apel pagi pukul 06.45 yang dilanjutkan pendampingan siswa tadarus Al Qur’an di kelas, shalat dhuha dan shalawatan sebelum KBM berlangsung. Optimalisasi beban kerja guru/pegawai menggunakan sistem pengendalian berbasis aplikasi berbentuk laporan harian, bulanan, triwulanan dan tahunan. Sistem penilaian pembelajaran tak ketinggalan menggunakan aplikasi baik penilaian harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS) maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Untuk menjaga validitas dan realibilitas soal-soal PH, PTS maupun PAS dilakukan analisis soal menggunakan aplikasi buatan sendiri. Hal ini dimaksudkan sebagai komitmen terhadap akuntabilitas publik dalam sistem penilaian, sehingga tidak lagi terdengar joke dalam penilaian seperti ngaji (ngarang biji), dikir (dikiro-kiro), dan tasbeh (kudu tuntas kabeh), urainya.

Ali Musyafak merasa bersyukur, belum setahun proses transisi budaya dan kinerja berjalan, perubahan mindset telah mengalami transformasi cukup signifikan. Suasana kebatinan guru/pegawai, siswa, maupun orangtua siswa sangat kondusif. Pola komunikasi dan interaksi yang dilandasi husnudzon makin meruang dalam atmosfer civitas akademik. Dalam kondisi demikian, optimisme prestasi dan prestise kelembagaan yang makin meningkat mampu dicapai dalam rentang waktu yang lebih singkat. Situasi dan kondisi demikian didukung oleh komitmen Manajemen Madrasah dalam peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai, yang nota bene menjadi motor perubahan dari yang baik menjadi lebih baik, dan yang lebih baik menjadi yang terbaik, paparnya.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Imron, dalam sambutan arahannya menyatakan komitmennya dalam mendukung dan memfasilitasi MTsN 1 Pati menjadi madrasah unggulan tingkat regional hingga nasional. Kementerian Agama telah merumuskan formula untuk mencapai prestasi kerja secara secara optimal, baik individual maupun institusional. Prestasi unggul akan tercapai dengan mengimplementasikan budaya kerja berbasis integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan yang diukur menggunakan SI EKA.

Kakankemenag menginformasikan, pemberlakuan SI EKA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pati efektif per 1 November 2018, karena itu seluruh peserta sosialisasi diharapkan mampu menyerap dan menguasai materi sosialisasi dengan sebaik mungkin. Dia menambahkan, ada kabar gembira bagi ASN karena tunjangan sertifikasi secara bertahap telah dikonversi menjadi tunjangan kinerja (TUKIN) berdasarkan penilaian berbasis SI EKA. Melalui konversi ini memungkinkan ASN mendapat impasing tunjangan jika prestasi kerjanya terlaksana optimal, tegasnya.

Sosialisasi teknis SI EKA dijelaskan oleh Kasubag TU Kankemenag Pati Ahmad Syaikhu, dihadapan 41 peserta ASN MTsN 1 Pati. Syaikhu mengingatkan, untuk mendapatkan skor maksimal melalui SI EKA diperlukan dua syarat ; pertama, penyusunan SKP harus mencakup tugas utama, tugas tambahan dan produktifitas. Kedua, terampil menguasai aplikasi SI EKA. Dia menegaskan, mengingat saat ini masih dalam tahap sosialisasi, SKP yang dibuat pada awal tahun pelajaran dapat direvisi agar hak ASN terpenuhi berdasarkan tugas dan tanggungjawab yang telah dilaksanakan, pungkasnya. (mj-AM/bd)