Kakankemenag Rembang Sampaikan Enam Strategi Peningkatan Kualitas Madrasah

Rembang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho'illah menyampaikan enam strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Hal itu dikemukakannya dalam pemaparan materi Sosialisasi UAMBN, USBN, UN dan UM yang diadakan pada Rabu (20/2/2019) di Hotel Fave, Rembang.

Diuraikan Atho'illah, enam strategi tersebut yaitu: pertama, peningkatan output. Menurut Atho'illah, tujuan utama pendidikan di madrasah adalah terwujudnya keluaran siswa yang berkualitas, baik secara akademik maupun non akademik. “Secara akademik, siswa madrasah adalah siswa yang berprestasi di mata pelajaran. Sedangkan non akademik, siswa berprestasi pada berbagai kejuaraan pengembangan diri seperti pramuka, seni, PMR dan lainnya,” jelas Atho’illah.

Kedua, pengembangan kurikulum. Menurut Atho’illah, kurikulum yang sekarang diberlakukan merupakan kurikulum yang efektif. Kurikulum ini menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran (student center). Sehingga, siswa terpacu untuk berinisiatif dan kreatif.

Atho’illah menyebutkan strategi yang ketiga yaitu pengembangan kesiswaan. Pengembangan ini berfokus pada memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa di madrasah. Berhasil tidaknya belajar siswa, kata Athoillah, bergantung pada pelayanan madrasah kepada siswa, baik dari penyampaian pengajaran hingga fasilitas untuk siswa.

Strategi yang keempat, yaitu pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan. “Madrasah harus bisa memanfaatkan potensi guru dan karyawan semaksimal mungkin. Cetaklah guru dan karyawan yang berprestasi hingga tingkat nasional,” seru Atho’illah.

Strategi berikutnya, yaitu pengelolaan sarpras. Atho’illah mengatakan, pengelolaan sarana dan prasasarana di madrasah harus tertata dengan rapi. Mulai dari pengadaan, perawatan, hingga pengembangan. “Sarpras harus diadakan sesuai dengan kebutuhan madrasah. Kemudian harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, sarpras ini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kualitas pembelajaran siswa,” paparnya.

Strategi yang terakhir yaitu pengelolaan keuangan. Pengelolaan ini harus diselenggarakan dengan sebaik mungkin. Madrasah diminta tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, tapi juga bisa berinisiatif menggali dana sendiri. “Misalkan pengumpulan dana infaq atau membuka unit usaha madrasah,” kata Atho’illah. — iq/Wul