Kakankemenag Resmikan Gedung Baru MIMA Kaliwedi 1 Kebasen

Banyumas – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Imam Hidayat didampingi Kasi Penma dan Pengawas, menghadiri peresmian gedung baru MIMA Kaliwedi 1, Kecamatan Kebasen Kamis (15/02/2018).

Pembangunan gedung pendidikan baru bagi pelajar berbasis agama ini, rampung pembangunannya dengan menghabiskan anggaran sekitar 250 juta hasil infaq warga masyarakat dan wali murid.

Madrasah MIMA Kaliwedi 1 telah berdiri sejak beberapa tahun. Dengan adanya gedung baru, guru dan murid bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikannya.

Gedung yang baru tampak berdiri sangat baik dan memenuhi standar sebagai tempat pendidikan bagi siswa.

Dalam sambutannya, Imam Hidayat menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada masyarakat Kaliwedi yang telah ikut andil dalam menciptakan kondisi yang sangat kondusif melalui dunia pendidikan dalam rangka mewujudkan Indonesia jaya.

"Kita sangat bersyukur sekali, berkat jasa masyarakat Kaliwedi, kita bisa membangun gedung madrasah ini dengan sangat baik," ujarnya.

Tidak lupa beliau mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para tokoh pendahulu yang menggagas berdirinya madrasah itu.

"Mari kita doakan para pendahulu madrasah, semoga pengorbanan mereka penuh berkah dan barokah," ajaknya.

Menurutnya, salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan ada pada ruang kelas, atau pada proses interaksi antara guru dengan murid.

“Attoriq ahamnu mina madah, metode lebih baik dari tempat. Tetapi semangat dan ikhlasnya guru akan lebih baik mendominasi di samping metode, kurikulum, ataupun sarana prasarana. Maka keberadaan ruhul guru jauh lebih penting, maka saya yakin Insya Allah guru-guru MIMA Kaliwedi 1 sangat memberkahi. Tidak ada siswa yang tidak bisa dididik, yang ada adalah guru yang pandai mendidik,” paparnya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Kantor menyampaikan bahwa dalam tantangan dan pengaruh global serta perkembangan teknologi IT sangat menuntut inovasi guru dalam pengelolaan pembelajaran kepada anak didik.

“Sudah sangat tepat anak-anak kita dititipkan di madrasah, mari kita berjuang dalam mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat,” ajak Imam. (ibnu/hk/bd)