Kakankemenag Salatiga Ikuti Rakornas Percepatan Penurunan Stunting

Salatiga – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Salatiga, H. Taufiqur Rahman mengatakan stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada pertumbuhan tubuh anak. “Kita perlu memberikan perhatian pada persoalan stunting agar generasi kedepan menjadi generasi yang tumbuh sehat dan normal”. Demikian disampaikan Kakankemenag Kota Salatiga H. Taufiqur Rahman di sela- sela mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bergerak bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting. Rakornas diikuti secara virtual dari Balai Kota Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Salatiga, Senin (23/8).

Kakankemenag menuturkan “Sejak pra kehamilan perlu edukasi bagi para pasangan yang baru menikah agar menjaga pola hidup sehat, gizi cukup agar melahirkan anak yang sehat, tumbuh normal dan cerdas,” jelas Taufiq.

Rapat dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) K.H. Maruf Amin. Pada pertemuan ini diharapkan dapat membangun komitmen bersama dan meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting.

Wapres K.H. Maruf Amin dalam arahannya menyampaikan dengan adanya komitmen yang kuat dari Kepala Daerah, menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas sehingga semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilasasi untuk penurunan stunting.

“Kita semua harus bertekad dan bekerja keras agar target ini dapat dicapai”, pungkas Wapres.

Rakornas dihadiri secara virtual oleh sejumlah Kabinet Indonesia Maju. Kakankemenag Kota Salatiga didampingi Kepala Perangkat Daerah Kota Salatiga. (Humas/Khusnul)