Kakankemenag Salatiga Sampaikan Sosialisasi KMA 660 Tahun 2021

Salatiga — Pemerintah Republik Indonesia  melaui Kementerian Agama RI telah melakukan pertimbangan manusiawi setelah melakukan kajian mendalam terhadap kondisi bangsa dan kondisi dunia terutama aspek keselamatan jemaah haji, aspek teknis persiapan dan kebijakan otoritas Pemerintah Arab Saudi akhirnya menunda keberangkatan Jemaah haji tahun 2021. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag)  Kota Salatiga, H. Taufiqur Rahman pada saat memberikan sambutan pengarahan Sosialisasi KMA Nomor 660 Tahun 2021 perihal Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Haji Tahun 1442 H/2021 M,  di Hotel Grand Wahid, Selasa (21/09).

Sosialisasi KMA Nomor 660 Tahun 2021 digelar oleh Kantor Kementerian Agama kota Salatiga melalui Penyelenggara Haji dan Umroh yang dihadiri 50 peserta berasal dari calon jemaah haji, KBIH, MUI, IPHI, PD Muhamamadiyah,PD NU, Muslimat, Aisiyah.

Secara umum Taufiq menyampaikan pertimbangan alasan pembatalan tersebut sebagaimana tertuang dalam KMA yang isinya antara lain bahwa kesehatan, keselamatan dan keamanan jemaah haji terancam oleh pandemi covid-19.

“Untuk tahun pemberangkatan haji 1942 H/2021 M mempertimbangkan berbagai aspek dengan seksama sebelum memberangkatkan jemaah haji Indonesia di masa pandemi covid-19 ini. Salah satu aspek utama yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah saat ini adalah faktor keselamatan jiwa jemaah haji serta resiko penularan covid-19 karena keselamatan jiwa termasuk dalam syarat istitha’ah,”  kata Taufiq.

Ditambahkan oleh Taufiq, pembatalan ini merupakan pembatalan yang ke dua yaitu keberangkatan tahun 2020 dan keberangkatan tahun 2021. Penyelenggaraan haji tetap ada yang batal cuma keberangkatannya saja.

Sebelumnya Penyelenggara Haji dan Umrah, Hj. Retno Worowidati  dalam laporannya mengatakan perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami secara utuh keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini, sehingga masyarakat bisa saling menguatkan , demi menghindari informasi ‘sesaat” atau hoax.

Ditambahkan oleh Retno, sebagai narasumber dalam kegiatan ini H. Noor Rofiq dari unsur ulama dan juga Ketua FKUB Kota Salatiga dan dari Dinas Kesehatan kota Salatiga dr. Tasfiyah Sri Priharti. (Humas)