KaKanKemenag Sebagai Nara Sumber Halaqoh SantriUntuk Kudus Religius Dan Modern

Kudus, Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional , Pemerintah Kabupaten Kudus menyelenggarakan Halaqoh Santri yang diaksanakan di Aula YM3SK pada Senin malam (15/10) .diikuti oleh Forkopimda, OPD para santri dan tokoh agama . Hadir dalam kegiatan yaitu Ketua PBNU , Nusron Wahid. Ketua Yayasan Menara , Najib Hasan. KaKanKemenag, Noor Badi dan Ketua MUI Kudus , Ahmad Hamdani.

Bupati Kudus M.Tamzil dalam sambutanya mengapresiasikan terselenggaranya Halaqoh Santri yang memiliki unsur visi misi Pemkab Kudus yaitu religius dan modern.

“Kudus yang modern akan mengubah mekanisme pelayanan yang lebih modern, Kudus ini harus berubah, dimana mekanisme yang ada mulai dari pelayanan kepada masyarakat, pelayanan sosial, pelayanan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan”. ucap tamzil

Beliau  berpesan kepada santri untuk mengikuti perkembangan  dunia modern  karena santri merupakan genersi milenial yang ingin berubah terhadap jati dirinya tetapi masih dalam koridor reigius .

Hadir Ketua PCNU dalam sambutanya mengungkapkan tema Kudus Religius ini memang harus benar benar diimplementasikan daam berbagai dan kebijakan pemerintah kabupaten kudus, seperti halnya pengelolaan dana dan fasilitas pendidikan keagamaan yang lebih tertata dan nyaman.

Hadir pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa santri memiliki potensi yang luar biasa dan layak untuk diberikan fasilitas dan pengelolaan lembaga yang profesional . Dan pengelolaan tersebut berfokus pada lembaga yang sudah ada saja. Selanjutnya beliau berpesan kepada santri untuk siap menghadapi tantangan yang akan datang , berjuang secara sistematis agar pesantren masuk kedalam sistim pendidikan nasional dan memasukan santri santri kedalam ruang publik negara. Saat ini telah berdiri Madrasah Ibtidaiyah 143 lembaga, Madrasah Tsanawiyah 66 lembaga , Madrsah Aliyah 92 lembaga.Ini tentu jumlah yang tidak sedikit untuk mendukung realisasi Kudus yang religius, cerdas dan modern. Ini juga menjadi ladang jihad kita bersama sama untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. (St.Zul/wwk/bd)