Kakankemenag Sragen : Hiruk Pikuk Menjelang Pilpres dan Pemilu Hendaknya Ditanggapi Dengan Kepala Dingin

Sragen-Momentum Pemilu pada tahun 2019 sekarang ini sudah begitu terasa suasananya. Memandang demikian pentingnya mendinginkan suasana yang sudah mulai terasa hangat di masayarakat terutama pada media sosial, Kantor Kementerian Agama Kabupaten bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen mengadakan Silaturahmi Ormas Islam di Aula 2 Kankemenag Sragen, Senin (25/09).

Noted : Berita blm bisa saya publish …krn spt laporan alenia  4  tidak perlu disebutkan 1 sd 6 tp cukup intinya aja mkash.

“Persatuan umat adalah hal penting yang mesti dijaga, jangan hanya karena perbedaan pilihan menjadikan ukhuwah islamiyah dicampakkan” kata Kakankemenag Sragen, H. Ahmad Nasirin yang menakhiri jabatannya mulai jumat yang lalu (21/05).

“Suasana hiruk pikuk berkenaan dengan Pilpres dan Pemilu jika tidak diitanggapi dengan kepala dingin berpotensi mengganggu kerukunan hidup antar-umat beragama dan menggoyahkan persatuan bangsa. Karena itu ia mengimbau semua pihak dapat menahan diri baik dalam perkataan maupun perbuatan yang dapat mendorong pertentangan di masyarakat baik dalam berceramah maupun lewat media sosial” tambah Nasirin.

Sementara itu Darussalam, S. Hi selaku sekretaris MUI Sragen menyampaikan bahwa silaturahmi antar Ormas Islam tersebut menghasilkan 6 butir pernyataan yakni :

1. Bertekad mensukseskan Pemilu tahun 2019 yang aman, lancar dan damai sebagai ikhtiar untuk membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih sejahera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Mendorong umat Islam untuk menggunakan hak pilih guna memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden RI dan calon anggota DPR/DPRD/DPD yang amanh sesuai dengan hati nurani

3. Mendukung pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu tahun 2019 yang Luber Jurdil sesuai dengan peraturan yang berlaku

4. Berkomitmen menolak politik uang, kampanye hitam, penyeberluasan berita bohong, pembunuhan karakter, fitnah dan ujaran kebencian di masyarakat.

5. Menolak tempat ibadah dijadikan kegiatan politik praktis dan mendorong umat islam dewasa dalam berpolitik, tetap rukun dan damai meski berbeda pilihan.

6. Menolak penggunaan ayat alquran dan al hadits untuk kepentingan Pemilu.

Momentum silaturahmi antar Ormas Islam tersebut juga dimanfaatkan oleh H. Ahmad Nasirin untuk berpamitan, karena akan melaksanakan tugas baru sebagai Kakankemenag Karanganyar. Nasirin menyampaikan bahwa masa baktinya sebagai Kakankemenag Sragen telah berakhir dan akan digantikan oleh H. Hanif Hanani dari Magelang. Ia berharap kerukunan umat beragama dan kondusifitas yang ada di Sragen selama ini terus berlanjut. (dar/ira)