Kakankemenag Sragen Minta Kepala MI Miliki Nilai Integritas dan Keimanan

Sragen-Terus bergerak dan melakukan koordinasi dengan segenap stakeholder Kankemenag Sragen. Demikian yang dilakukan Kakankemenag Kab. Sragen H. Ikhsan Muhadi. Setelah sowan kepada Forkompimda dan tokoh agama di Sragen, Kakankemenag telah bertemu dengan pengurus FKUB, pengurus IGRA dan pada Kamis (26/08) melakukan perkenalan dan pengarahan kepada kepala Madrasah Ibtidaiyah.

Keterbatasan karena wabah Covid-19 disiasati dengan memadukan pertemuan luring dan daring. Pertemuan luring diikuti 30 peserta dan 50 Kepala Madrasah lain mengikuti secara daring melalui zoom. Kegiatan juga dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah H. Sutopo, Kasubbag TU H. Khumaidin dan beberapa pengawas Madrasah Ibtidaiyah.

Saat memberikanpengarahan, Ihsan Muhadi memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para Kepala Madrasah khususnya madrasah swasta yang memberikan pengabdian di dunia pendidikan di bawah binaan Kementerian Agama.

“Terimakasih kami sampaikan kepada penyelenggara pendidikan yang dikelola oleh masyarakat, kontribusi masyarakat dalam mencerdaskan bangsa sungguh sangat besar. Sebagaimana di tempat lain, madrasah dibawah binaan Kementerian Agama yang terbanyak adalah madrasah swasta,” kata Kakankemenag.

“Madrasah negeri juga memiliki tanggungjawab yang juga tidak ringan, karena sebagai madrasah negeri tentu harus memberikan layanan yang lebih baik. Orangtua punya harapan besar kepada kita, amanah ini tidak ringan. Orangt ua mengharapkan anak yang disekolahkan di madrasah memiliki kualitas yang lebih yakni unggul ilmu pengetahuan dan juga unggul dalam pemahaman agama,” sambung Ihsan.

H. Ihsan Muhadi melanjutkan bahwa dengan adanya wabah Covid-19 ini menuntut kreatifitas, inovasi dari guru, madrasah dan segenap pemangku pendidikan agar kualitas pendidikan tetap terjaga. Wabah ini juga tentu banyak hikmah yang dapat dipetik.

“Tuntutan orangtua untuk kualitas putra-putri mereka demikian besar, walaupun pandemi kualitas pendidikan tidak boleh berkurang, ini tidak mudah. Pembelajaran Tatap Muka masih belum memungkinkan, maka inovasi agar pembelajaran tidak menjemukan wajib digali. Selain itu dengan wabah ini tentu ada hikmahnya. Diantara hikmahnya adalah para orangtua semakin menyadari bahwa profesi  guru itu butuh inovasi, kelembutan dan kesabaran,” jelas Kakankemenag. Sebelum mengakhiri pengarahannya, Kakankemenag Sragen mengharapkan agar para Kepala MI dan juga guru gurunya memiliki nilai-nilai yang harus dimiliki sebagai ASN Kementerian Agama, yakni keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa maksudnya bahwa pekerjaan yang dilakukan hendaknya dilandasi dengan niat ibadah. Selain itu juga harus memiliki integritas yakni menyelaraskan perkataan dan perbuatan. (ira)