Kakanwil Ajak Santri Sadar Lingkungan

Salatiga – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah telah mengadakan kegiatan “Training Housekeeping” untuk santri di lingkungan Pesantren bersamaan program Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Kegiatan PBPS yang bertempat di aula Pondok Pesantren Tarbyatul Islam (PPTI) Al-Falah sebanyak 40 santriwan-santriwati dari PTI Al-Falah, Pancasila, Al-Muntoha, Es-Salafy dan Sunan Giri. Selama 3 hari para santri digembleng untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dibidang kebersihan dan penataan lingkungan.

Ahmadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa “Apa yang merepresentasikan pesantren ya kita lihat di pesantren itu, beberapa kekurangan inilah yang bersama kita benahi bila memang itu tidak pas. Ini yang perlu dikembangkan pada pesantren. Kemenag hanya memiliki kebijakan untuk memfasilitasi.”

Kata Ahmadi, lebih tegas bahwa Lingkungan yang bersih akan membuat santri betah untuk mengaji dan belajar. Inilah yang kita perlu galakkan dan kembangkan bersama bersama. Semua komponen pesantren harus memiliki kesadaran bahwa kebersihan adalah kepentingan komunal. Berarti “Santri tak hanya di pondok saja, namun budaya tradisi dari santri yang terus kita kembangkan,” ungkap Ahmadi.

Selain itu, Tambah Ahmadi, Kemenag Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh gerakan “Ayo Mondok Pesantrenku Keren”. Tahun ini sudah mulai kegiatan kerjasama dengan PBPS hendaknya nanti dapat memberikan perubahan terhadap pesantren se Jawa Tengah dalam menggerakkan program menejemen dan menjaga kebersihan Pesantren.

Kakanwil menerangkan bahwa lima lokasi Blora, Kendal, Pati, dan Jepara, sebagai pilot project program PBPS, nantinya “mampu menjalankan sesuai konsep dan sekaligus prakteknya” itu penting sarannya. Sebab dari materi yang diberikan, Ahmadi memberikan analisa; Urgensi Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Keren, membersihkan lingkungan metode ecofriendly, dan Praktek dan Teknis menyusun SOP menjaga kebersihan lingkungan, lebih dari cukup untuk mengembangkan.

Mengakhiri, Beliau menekankan tentang bagaimana pendampingan dan fasilitasi oleh fasilitator membangun kesadaran bersama dalam komunitas santri agar betul-betul menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren.(Ali).