Kakanwil : Andewi Susetyo Sosok Profesional dan Berintegritas

Semarang – Empat bulan berlalu semenjak dilantiknya Farhani sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dan menjalankan tampuk kepemimpinan di Provinsi Jawa Tengah tentunya dengan dukungan pejabat serta jajaran aparatur di lingkungannya. Dalam kurun waktu yang relatif singkat antara Farhani selaku Kakanwil dengan Andewi Susetyo sebagai Kepala Bagian Tata Usaha berinteraksi. Dasar keduanya yang komit terhadap peraturan yang berlaku dan berupaya menanamkan tertib hukum dan peraturan kepada jajarannya itulah yang membuat terbangunnya chemistry diantara keduanya.

Farhani menguraikan bahwa dalam empat bulan berjalan beliau merasakan ketenangan, keamanan dan kenyamanan, hal ini lebih karena sebagai Kabag TU Andewi Susetyo selalu berupaya melaksanakan roda administratif kantor dengan hati-hati dan berpedoman penuh pada peraturan yang berlaku.

“Selama menjabat sebagai Kabag TU Bapak Andewi Susetyo merupakan sosok professional yang berintegritas, beliau senantiasa melaksanakan roda administrasi dengan mengedepankan aturan yang berlaku,” tutur Farhani dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Wilayah sekaligus pelepasan jabatan Kepala Bagian Tata Usaha oleh Andewi Susetyo di Aula Lantai III Gedung A Kanwil, Senin (13/02).

Dihadapan para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, Pejabat eselon III dan IV Kanwil, Kepala Madrasah Aliyah Negeri, dan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri, Farhani menegaskan bahwa selama 4 bulan menjabat sebagai Kakanwil dirinya merasakan suasana kerja tenang, aman dan terbebas dari tekanan.

“Disamping mengatur roda administratif pada kanwil, posisi beliau sebagai Kabag TU juga Pejabat Penanda tangan Surat Perintah Membayar (PPSM) menjadikan filter bagi siapapun utamanya pimpinan supaya terhindar dari maladministrasi,” tegasnya menambahkan.

Banyak prestasi kerja yang telah beliau capai dalam kurun waktu 2 tahun 7 bulan sebagai Kabag TU di Jawa Tengah, yang paling mencolok adalah selesainya sengketa tanah nongko sawit menjadi BMN yang telah bergulir hamper 11 tahun yang lalu.