Kakanwil : ASN Wajib Disiplin dan Patuh pada Aturan

Pekalongan – Guna meningkatkan disiplin dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) untuk mewujudkan pelayanan yang Profesional, pagi ini Kamis (15/12) Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan menyelenggarakan Pembinaan bagi ASN. Acara diselenggarakan di Aula MAN 2 Kota Pekalongan diikuti oleh para Kepala dan guru madrasah, pengawas, penyuluh, dan para Kasi dan JFU pada Kankemenag Kota Pekalongan.

Menurut Thobroni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan bahwa beberapa permasalahan di Kemenag Kota Pekalongan antara lain: Kualifikasi ASN belum S1, ASN kurang kompetensi di bidangnya, Kedisiplinan dalam tugas dan penampilan beberapa ASN perlu ditingkatkan, dan Sarana prasarana yang kurang memadai.

Prestasi yang telah dicapai antara lain: Penghargaan Menag kota peduli pendidikan Islam, Berbagai juara lomba tingkat nasional, MQK, MTQ, Pospenas, guru berprestasi, RA teladan, Fotografi santri, 10 besar Website tingkat Prov. Jawa Tengah.

Sedangkan program unggulan pada tahun 2017 antara lain rehab Kantor Kementerian Agama, diharapkan tahun 2018 telah selesai, Pembangunan KUA SBSN, Pelayanan representatif pelayanan pendaftaran haji, peningkatan mutu Website, Program 1 pegawai 1 komputer, serta meningkatkan kualifikasi dan kompetensi ASN

Mengawali pembinaannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang mengambil tema Kita Tingkatkan Disiplin dan Kinerja ASN Guna Meningkatkan Pelayanan yang Profesional.

Supaya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. “Secara umum memang kantor kita belum memadai,” kata Kakanwil.

Beberapa KUA dapat dibangun dengan dana SBSN, untuk itu saat ini menurut Farhani akan mengusulkan kemungkinan adanya pembangunan kantor dan madrasah dengan dana yang bersumber dari SBSN.

Peningkatan pelayanan juga harus ditunjang dengan kedisiplinan dan kualitas sumber daya manusianya. “Suara dan komentar miring terhadap pegawai Kementerian Agama yang pada waktu dulu  harus dikikis. Tunjukkan kebanggaan kita sebagai keluarga Kementerian Agama dengan bekerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas,” himbau Kakanwil.

“Jangan ada lagi rasa minder bagi aparatur Kementerian Agama,” imbuhnya.

Demikian pula pendidikan di madrasah telah mampu menunjukkan slogan yang telah diluncurkan berapa tahun yang lalu madrasah lebih baik, lebih baik madrasah telah menunjukkan hasilnya. Menurut Farhani, madrasah telah mendapat tempat yang baik dihati masyarakat yang ditunjukkan adanya peningkatan animo untuk mendaftarkan putera puteri mereka unggul menempuh pendidikan di madrasah.

Terkait dengan disiplin Farhani menjelaskan bahwa kedisiplinan itu sangat erat kaitannya dengan sikap yang taat aturan, menepati janji. Seluruh kinerja aparatur harus sesuai dengan aturan yang ada. “Apapun yang terkait dengan ASN, semuanya diatur,” tandasnya.

Demikian pula seluruh kinerja kita senantiasa dipantau dan dinilai sesuai dengan program reformasi birokrasi yang pada akhirnya dimunculkan tunjangan kinerja sesuai dengan grade masing masing. “Jadi, tukin dibayarkan karena capaian kinerja sebagai perwujudan reformasi birokrasi,” jelasnya.

Mari kita introspeksi diri terhadap kepatuhan dan kedisiplinan kita sebagai Aparatur  Sipil Negara. Performance yang meyakinkan sangat diperlukan sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap aturan. Kakanwil mencontohkan ASN Kementerian Agama dalam berpakaian harus mengenakan atribut yang telah ditentukan. “Saya sangat tidak senang bila melihat ASN Kemenag tidak mengenakan lencana, papan nama, dan ID card,” kata Kakanwil tegas. (fat/gt)