Ka Kanwil Kemenag Jateng memberikan pembinaan di hadapan ASN MTsN 3 Boyolali

Kakanwil Bina ASN di lingkungan MTsN 3 Boyolali

Boyolali – Dalam suasana penuh suka cita, keluarga besar MTsN 3 Boyolali menyambut tamu kehormatan yang selalu dinantikan kehadirannya.  Hari Sabtu (11/09) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Mustain Ahmad, melaksanakan kunjungan kerja ke MTsN 3 Boyolali dalam rangka silaturahim dan pembinaaan ASN serta peningkatan kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan dengan tema Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Digital. Kedatangan Kakanwil disambut oleh alunan ayat suci al Qur’an oleh siswi MTsN 3 Boyolali dengan murotal hafalan surat An naba  ayat 1 s/d 40. hadir pula kepala Kantor Kemenag Kab. Boyolali yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah H. Sauman, Komite Madrasah dan segenap civitas akademik MTsN 3 Boyolali. Kegiatan berlangsung di gedung Serba Guna MTsN 3 Boyolali  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Madrasah Nur Hudaya Sholihin menyambut baik kedatangan Kakanwil. Beliau sangat berterima kasih kepada Kakanwil yang menyempatkan diri rawuh ke MTsN 3 Boyolali dimana sejak berdiri pada maret 1978 baru kali ini MTsN 3 Boyolali dikunjungi oleh Kakanwil Prov Jateng di sela-sela jadwal yang padat. “Terima kasih Bapak Ka Kanwil sudah berkenan hadir di tengah-tengah kami, Kami mohonkan Bapak untuk memberi arahan dan pembinaannya untuk kami. Semoga kehadiran Bapak dapat memberi perubahan dan dampak yang baik untuk kemajuan ASN di MTsN 3 Boyolali.” Jelas Nur Hudaya.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Nur Hudaya Sholichin juga melaporkan kondisi terkini  seperti, kondisi sarana dan prasarana yang ada yaitu gedung RKB yang perlu direnovasi dan direhab. Terdapat gedung madrasah yang sejak tahun 1978 belum direhab sama sekali. “Karena keterbatasan dana kami mohon Kakanwil untuk bisa  membantu jalan keluarnya sehingga gedung yang sudah tidak layak bisa menjadi layak dan sempurna, disamping itu MTsN 3 Boyolali memiliki segudang prestasi yang tidak kalah dengan madrasah lain yaitu juara 2  KSM tingkat nasional yang baru saja berlangsung di tahun 2021,” kata Nur Hudaya

Kepala Kantor wilayah Provinsi Jawa Tengah, Mustain Ahmad dalam pembinaannya menyampaikan untuk senantiasa mensyukuri atas nikmat sehat dan sempat, dengan upaya menjaga kesehatan dengan menjaga makanan dan tidak terlalu berlebihan. “Olah raga juga baik tapi kalau berlebihan juga tidak baik sampai olah raga larut malam itu juga kurang baik, salah satu cirri khas orang madrasah yang berbasis kehidupan dengan nilai-nilai  keislaman adalah dengan syukur yang benar, ada orang yang syukuran tapi tidak benar yaitu syukuran yang tidak manfaat dengan mabuk-mabukan dan naik kendaraan sambil meraung-raung dengan knalpot yang keras, corat coret baju, termasuk juga mensyukuri kesehatan, yaitu dengan memakai masker yang sesuai dengan prokes (protokol kesehatan),” ujarnya

Mustain juga menyampaikan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama adalah sesuatu yang harus disyukuri. Amanah tersebut harus dijaga sebaik mungkin. “Sebagai pegawai Kemenag, kita diberi kesempatan untuk membuat amalan-amalan unggulan dengan melayani umat, kita juga diberi kenikmatan berada di lingkungan yang baik, bersama dengan orang-orang saleh, mengurus pekerjaan yang baik yang sarat denga nilai-nilai agama dalam kesehariannya. Semua itu harus kita syukuri, dengan bekerja sepenuh hati, sesuai dengan slogan Kementerian Agama yaitu “Ikhlas Beramal”. Amal adalah jasad dan Ikhlas adalah ruh nya. Untuk itu kita harus bekerja sepenuh jiwa dan raga untuk melayani umat,” Jelasnya.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan program Kemenag Jateng Majeng. Majeng adalah akronim dari Moderat, Akuntabel, Jernih dan Ngayomi. Moderat dalam konteks moderasi beragama, Akuntabel berarti pekerjaan yang dilakukan harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Jernih mempunyai makna kesesuaian antar hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan. Sedangkan Ngayomi bermakna kehadiran Kementerian Agama menjadi pengayom/pelindung seluruh kehidupan umat beragama.

“Dalam bahasa Jawa, Majeng ini berarti maju. Seluruh ASN Kemenag diharapkan bisa mempunyai visi dan misi ke depan untuk menjadikan Kemenag lebih maju dalam pelayanan, Untuk mendukung program tersebut yang kita butuhkan adalah kerja sama, kekompakan, kesolidan dalam bekerja. Kita tidak butuh superman atau wonderwoman. Yang kita butuhkan adalam Superteam,” tambahnya.

Mustain berharap bahwa setiap tenaga pendidik dan kependidikan harus menguasai Informasi dan teknologi (IT) dimana setiap pendidik dan tenaga kependidikan mampu melakukan program digitalisasi yang saat ini diprogramkan oleh kemenag terutama di kanwil kemenag prov jateng. Guru harus mampu melakukan inovasi dan kreatifitas dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran. jangan monoton menggunakan metode ceramah tapi dengan metode-metode lain yang sekiranya bisa membuat peserta didik menangkap pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Di akhir pembinaan, Kakanwil berpesan kepada seluruh ASN Kemenag untuk terlibat dalam Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5M + 1 D “Ini adalah bentuk loyalitas kita terhadap pimpinan. Laksanakan Instruksi Menteri Agama. Sisipkan di setiap kesempatan, ajakan untuk patuh terhadap protokol kesehatan 5M + 1 D dimanapun berada. Masyarakat harus menyatakan gerakan nyata sosialiasi tersebut. Ini adalah salah satu upaya kita untuk melakukan perubahan,”  pungkasnya. (NZS/Zoelva/Jaim/rf)