KaKanwil : Ciptakan Pola Pikir dan Budaya Yang Baik

Semarang, Untuk membangun keharmonisan tatanan pemerintah dan tata kelola dalam lingkungan birokrasi supaya tetap terjalin dengan baik dan sehat, memang sudah seyogyanya bagi pemerintah memberikan pembinaan mental spiritual kepada aparaturnya agar tetap terjalin sinkronisasi sepanjang jalannya pemerintahan sebagai pelayan masyarakat.

Dalam menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pembinaan mental yang berlangsung di Lantai II Gedung A Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Hadir acara tersebut, +162 ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Selasa (03/17), Kabag TU, Andewi Susetyo sekaligus sambutan laporan panitia, menegaskan bahwa dalam kegiatan seperti ini, kita selalu menitik beratkan pada pembinaan mental dan spiritual bertepatan dengan HAB Kemenag 71 Tahun 2017 sebagai wahana evaluasi, dan sekaligus untuk meningkatkan kompetensi kita dalam menjalankan kinerja.

Farhani KaKanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menjelaskan kondisi di internal Kementerian Agama untuk sistem pelayanan haji, indeks kerukunan dan penghargaan pengelolaan SBSN mendapatkan respon yang sangat positif. Oleh sebab itu, “kondisi lembaga di era reformasi birokrasi Kementerian Agama baik hasil audit keuangan oleh BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) dan audit Inspektorat Jenderal tentang audit kinerja megalami peningkatan, maka harus mampu menyusun segala kebutuhan agar dapat bertahan, harapnya”.

Dan berbicara Tunjangan Kinerja (Tukin) dari 40 % menjadi 60 % yang diterimakan kepada ASN Kemenag adalah bersifat fluktuatif, artinya tergantung capaian kinerja kita, maka semakin baik hasil kinerja kita, sangat mungkin pula tukin bisa 100 %, tegas Farhani.

“Bahkan yang lebih penting untuk membangun tata kelola dalam birokrasi yang baik, kita harus mampu membangkitkan dan membangun pola pikir yang sehat”, kata Farhani di hadapan ASN linkungan Kanwil Jateng. Tambahnya, Sebab saat ini adalah era yang sudah berubah dan semua sudah era-digitalisasi, maka ASN harus mampu memperbaiki kultur budaya kerja yang baik dan ini juga selaras dengan tema HAB Kemenag “lebih dekat melayani umat”, ucap kakanwil.

“Dalam tata sosial sistem perilaku untuk membangun kemajuan organisasi Kementerian Agama, Farhani berharap juga, kita harus dapat menghilangkan kelompok-kelompok dan hilangkan rasa negatif dan ke dua unsur tersebut, sudah mampu kita hilangkan maka menjadikan sistem perilaku organisasi kita menjadi baik dan sehat, pungkas Farhani.(ali)