Kakanwil : Jadilah Teladan Yang Baik

Semarang – Tidak seperti hari-hari biasanya, pagi ini (28/2) usai pelaksanaan apel pagi para Apartur Sipil Negara (ASN) Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah telah duduk rapi di kursi masing-masing. Seluruh ASN duduk dengan tenang, tidak melaksanakan aktifitas lain. Pasalnya, pagi ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, hadir menyampaikan pembinaan kepada mereka.
Bukan rahasia lagi, Kakanwil memiliki perhatian yang sangat tinggi dan detil kepada seluruh aparaturnya. Disela-sela kesibukan dan kepadatan jadwalnya, Kakanwil selalu menyempatkan untuk mengunjungi ruang kerja untuk sekedar berkunjung ataupun menyampaikan pembinaan dengan dipandu oleh salah satu kepala seksi.

“Perhatian itu baik, bukan saja perhatian kepada pekerjaan, tetapi perhatian kepada teman sejawat, kepada bawahan, maupun perhatian kepada lingkungan,” kata Farhani. "Perhatian yang dilakukan dengan kebersamaan, artinya ada imbal balik, tentunya akan menjadikan harmoni yang baik pula," imbuhnya.

Kakanwil menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN Bidang PD Pontren yang telah bekerja dengan baik pada tahun yang lalu. Meski demikian diharapkan pada tahun ini bisa lebih cermat, jeli, dan teliti dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan peraturan yang ada.

“Rencanakan seluruh kegiatan dengan matang, kemudian meningkatkan kerja sama, transparansi, dan harmoni, serta perlu diingat agar tidak menjalankan pola kepemimpinan (manajemen) tertutup agar tingkat kepercayaan masyarakat menjadi terangkat,” himbau Kakanwil.

Dalam bekerja, Kementerian Agama telah menerapkan 5 nilai budaya kerja sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas para aparaturnya. 5 nilai tersebut adalah integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. “Dari 5 nilai tersebut, ada yang paling berat untuk dilaksanakan yaitu keteladanan,” tegasnya.

Menurutnya, banyak orang yang mampu memberikan nasehat yang baik, memberikan ceramah yang sangat mencerahkan, namun tidak dapat memberikan contoh yang utama. Aparatur Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan yang baik bagi diri sendiri, teman sejawat, keluarga, dan masyarakat. (fat/gt)