Kakanwil : Kemenag berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

Semarang – “Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah hendaknya mampu merespon isu-isu kekinian baik lokal maupun nasional. Kondisi Idul Fitri sedikit terganggu dengan adanya insiden lokal yang menjadi isu nasional dari Tolikara Papua, dimana memicu insiden di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yakni Purworejo dan Surakarta. Namun dengan koordinasi, komunikasi Kementerian Agama kabupaten/kota dan pemerintah daerah yang baik akhirnya dapat disikapi dengan arif dan bijak dalam menjaga hubungan secara harmonis.” Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Ahmadi dalam sambutan pembukaan Pembinaan Mental Aparatur Sipil Negara Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Hikmah Ramadhan dan Implikasinya terhadap Peningkatan Kinerja ASN” di halaman Kanwil pagi ini.

Kakanwil menyampaikan bahwa Gubernur telah melakukan koordinasi dengan Kemenag, SKPD, Pangdam, Polda, FKUB, Ormas dan lainnya serta memberikan arahan dan himbauan untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi guna menjaga suasana kerukunan keberadaan umat di Jawa Tengah. Menteri Agama juga menerbitkan edaran tentang upaya dalam menjaga kerukunan, toleransi dan menjaga keseimbangan dalam hubungan harmonis antar umat beragama bersama masyarakat.

Ahmadi menambahkan, “Kementerian Agama dengan multi program kerja dapat menampilkan segudang prestasi baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan pemerintahan yang baik. Di Jawa Tengah hampir setiap karesidenan pasti memiliki madrasah-madrasah unggulan yang prestasi madrasah maupun siswa-siswinya menonjol baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi tersebut menjadikan trigger bagi masyarakat dalam memilih tempat menempuh pendidikan bagi anak-anaknya ke madrasah. Alhasil berdasarkan data Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jumlah peminat madrasah melebihi dari batas quota yang tersedia, hal ini menunjukkan bahwa madrasah sudah menjadi pilihan utama bukan lagi sebagai alternatif.”

Mengakhiri sambutannya Beliau menegaskan bahwa, “Upaya yang harus terus dilakukan jajaran ASN Kementerian Agama dengan menjaga komunikasi dan harmonisasi dalam peningkatan pelayanan dan prestasi kerja dengan menjaga keseimbangan, baik pelayanan dalam bidang nikah di KUA, zakat dan wakaf, serta urusan haji. Sebab dengan menjaga keseimbangan akan memperoleh angka indeks pelayanan dengan baik. (alif)