Kakanwil : Kontribusi Petugas Kloter Dominan dalam Kepuasan Jemaah Haji

Semarang – Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia selalu memunculkan berbagai problematika yang senantiasa dinamis. Hal itu sudah menjadi sunnatullah setiap tahunnya hampir selalu muncul problematika baru. Meski demikian tidak menyurutkan langkah pemerintah dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani mengingatkan kembali 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama, salah satunya untuk meningkatkan inovasi.

“Roh dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah pelayanan, untuk itu sebagai ASN di Kementerian Agama untuk meningkatkan inovasinya dalam rangka untuk memberikan produk layanan kepada masyarakat yang baik dan memuaskan,” kata Farhani kepada 60 eks petugas kloter dalam Evaluasi Petugas Kloter Embarkasi Solo, di Aula Hotel Candi Indah Semarang, Jumat (19/10).

Diuraikan Kakanwil, ibadah haji sebagai ibadah kolosal tentu melibatkan banyak pihak dalam penyelenggaraannya, mulai dari tahap perencanaan, persiapan, perekrutan petugas, pelaksanaan hingga evaluasi. Kesemua tahapan telah dilaksanakan dengan baik oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam rangka operasional ibadah haji yang muara akhirnya diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah haji, tahapan-tahapan mulai dari perekrutan petugas kloter maupun non-kloter, sarana prasarana embarkasi-debarkasi, transportasi, akomodasi dan catering dipersiapkan dengan baik bahkan dalam pelaksanaan juga diawasi oleh tim pengawas yang telah ditetapkan,” papar Kepala Kanwil.

Menanggapi kegiatan Evaluasi Petugas Kloter Embarkasi Solo yang digagas oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kakanwil memberikan apresiasi dan berharap dengan kegiatan ini mampu menghasilkan rumusan yang akan memberikan sumbangsih perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji mendatang.

“Evaluasi petugas kloter ini sangat penting, karena hampir 85% pelayanan jemaah haji berkaitan langsung dengan keberadaan petugas kloter, mulai masuk embarkasi, berangkat ke Tanah Suci dan kembali ke debarkasi, pergerakan jemaah haji mutlak menjadi tanggung jawab petugas kloter,” ungkapnya.

“Sehingga diharapkan evaluasi ini mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi penyiapan petugas kloter mendatang. Diharapkan melalui kegiatan ini hal-hal yang krusial yang berkaitan dengan tugas dan fungsi petugas kloter bisa dirangkum dan dirumuskan solusinya,” imbuhnya.

Farhani yang selama masa operasional haji menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mendampingi jemaah haji serta atas kontribusinya dalam peningkatan pelayanan kepada jemaah haji.

Antrian Haji Jateng

Menyinggung porsi haji Jawa Tengah, Kepala Kanwil menyampaikan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Haji Terpadu (SISKOHAT) bahwa animo pendaftar haji di Jawa Tengah meningkat seiring berlangsungnya prosesi ibadah haji.

“Informasi dari petugas Siskohat, bahwa antrian keberangkatan haji di Jawa Tengah telah mencapai 23 tahun, sehingga bagi calon jemaah haji yang mendaftar sekarang dipastikan akan berangkat pada tahun 2041,” pungkasnya. (gt/gt)