Kakanwil : Laksanakan Musywil VI Badko TPQ Prov. Jateng dengan cara yang Qurani

Semarang – Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (BADKO TPQ) Provinsi Jawa Tengah, pagi ini (26/8) menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke VI. Sekitar 100 orang perwakilan pengurus Badko TPQ kab/kota hadir di Masjid Agung Jawa Tengah. Beberapa undangan yang hadir antara lain Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Imam Ihwandi mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Farhani dan Kepala Bidang Diksus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Tunggul Rahso.

Musyawarah Wilayah dengan agenda utama adalah  evaluasi pengurus periode 2013-2018 pemilihan pengurus baru periode 2018-2022, pembahasan AD ART, serta program program utama Badko TPQ Jateng.

Menurut Sihabudin, hingga saat ini belum ada kandidat yang resmi yang mencalonkan diri untuk maju dalam pemilihan kepengurusan. “Semuanya diserahkan pada peserta Musywil, siapa yang akan menjadi calon yang akan dipilih sepenuhnya menjadi kewenangan Musywil”, kata Shihab di sela sela waktu menunggu pembukaan Musywil.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Badko TPQ Jateng, H. Ateng Chozani Miftah, menyampaikan terima kasih kepada peserta dan tamu undangan yang telah hadir dalam Musywil VI ini. “Musywil ini seharusnya dilaksanakan pada bulan Nopember 2017. Tetapi karena saat itu belum mampu untuk menyelenggarakan Musywil, karena segala biaya masih menggantungkan kepada bantuan hibah dari pemerintah propinsi. Sementara pada tahun yang sama pula, Badko TPQ harus mengirimkan kafilah FASI Tingkat Nasional ke-10 di Banjarmasin”, kata Ateng.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Badko TPQ atas segala kiprah dan perjuangan dalam meningkatkan pendidikan Alquran. Badko TPQ adalah organisasi yang memiliki misi yang sangat mulia, salah satunya mewujudkan generasi yang Qurani yang sudah pasti selaras dengan program pemerintah, yakni pendidikan karakter, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Badko TPQ, dengan segala keterbatasannya terutama dalam bidang anggaran menjadi kendala untuk pencapaian program. Meski demikian, sebagian besar program Badko TPQ Jateng dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Dijelaskan Farhani, bahwa 20 % Anggaran Kementerian Agama memiliki dialokasikan untuk pendidikan. Diharapkan TPQ juga memperoleh perhatian dan alokasi yang cukup untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, jelas Farhani, memiliki program unggulan untuk mengoptimalkan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan shadaqah. “Saya persilakan Badko TPQ untuk mengajukan anggaran kepada UPZ baik di Kankemenag ataupun Kanwil”, kata Kakanwil.

Kakanwil mengingatkan pentingnya perluasan akses, salah satunya untuk berkoordinasi dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang, untuk meningkatkan kualitas para ustad TPQ di Jawa Tengah. Demikian pula halnya dengan Balai Litbang Agama Semarang, untuk mengkaji potensi potensi TPQ di Jawa Tengah sehingga bisa berkembang lebih baik.

Kakanwil berpesan agar muswil ini diselenggarakan dengan terhormat, kondusif dan komunikatif. “Laksanakan dengan cara Qurani, kita dukung siapapun yang akan terpilih menjadi pengurus baru”, ajak Farhani mengakhiri sambutan.

Musywil VI Badko TPQ dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Kesra, Slamet Imam Ihwandi. Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur mengharapkan agar TPQ mampu memberikan bekal Akhlaqul Karimah kepada para santrinya sekaligus menjadikan mereka generasi Qurani  dan meningkatkan kecintaan kepada tanah air serta mempertahankan keutuhan NKRI. (fat)