Kakanwil Pastikan Keberangkatan Haji sesuai Porsi

Kendal – Calon jemaah haji Kabupaten Kendal mendapat keyakinan bahwa tidak ada orang yang bisa berangkat haji dengan cara menyalip daftar tunggu yang telah ada dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah Farhani dalam Bimbingan Manasik Massal I di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (02/07).

“Jadi saya pastikan, bahwa keberangkatan haji pasti sesuai dengan urut pendaftarannya,” tegas Farhani.

Farhani mencontohkan dirinya dan istri yang sudah mendaftar haji tahun 2012 dan akan berangkat tahun 2023, kalau bisa menyalip antrian tentu dirinya sebagai Kakanwil pasti bisa berangkat lebih dulu. “Saya saja harus urut antrian,” ujarnya.

Diingatkan, calon jemaah haji jangan sampai percaya pada orang yang menjanjikan bisa mempercepat keberangkatan haji dengan imbalan sejumlah uang untuk diberikan pada oknum di Kementerian Agama karena hal itu pasti bohong.

“Itu ulah orang yang ingin mengeruk keuntungan dengan menipu,” tegas Kakanwil.

Kepada jemaah Farhani mengingatkan, bisa saja nanti saat keberangkatan  berbeda kelompok terbang (kloter) dengan teman saat manasik di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) karena harus tiap kloter harus mencapai 355 orang sehinga kemungkinan besar bisa terpisah. Namun, dengan kelompok siapapun nantinya akan ada petugas  yang membantu agar proses dan perjalanan ibadah haji akan berjalan lancar.

Pada kesempatan itu juga, diingatkan bahwa jemaah harus bisa menjaga kesehatan agar pada saatnya nanti bisa lolos tes kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jamaah Haji Indonesia. “Jaga kesehatan agar tidak terganjal aturan tentang istithaah kesehatan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kendal Saerozi mengatakan, Kabupaten Kendal tahun ini akan memberangkatkan 1086 calon jemaah haji. Saerozi berharap dengan pelaksanaan manasik ini calon jemaah haji bisa mendapatkan informasi tentang pelaksanaan haji, istithaah kesehatan dan peraturan penerbangan sehingga diharapkan nanti jemaah akan bisa mandiri.

“Dengan manasik ini kami berharap calon jemaah haji menjadi mandiri dalam pelaksanaan ibadah haji nanti,” pungkas Saerozi. (ja/gt)