Kakanwil : Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Semarang – Indonesia sebagai negeri yang majemuk menyimpan begitu banyak kekayaan. Mulai dari suku bangsa, budaya bahkan perbedaan agama yang dianut oleh masyarakatnya. Demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), toleransi dan humanisme menjadi kunci utama yang wajib dijunjung oleh segenap elemen masyarakat.

Menurut Ahmadi, perilaku toleransi tidak hanya sesuai dengan teladan Nabi Muhammad SAW, namun juga selaras dengan visi Presiden RI Ir Joko Widodo tentang revolusi mental. Melalui toleransi, manusia diajarkan untuk mampu menjaga perasaan orang lain. Di lingkungan kerja, misalnya, perilaku toleransi diwujudkan dengan upaya menuntaskan pekerjaan secara tanggung jawab dan mampu menjaga hubungan baik dengan pimpinan dan rekan kerja. Selain toleransi, perilaku bijak dan santun merupakan upaya konkret lainnya guna merealisasikan revolusi mental tersebut.

Penyataan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahmadi, M.Ag kepada tim Humas pemerintah provinsi Jawa Tengah seusai bersilaturrahim dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kaitannya sebagai Kepala kanwil yang baru dilantik pada akhir November yang lalu.

Menyangkut kerukunan umat beragama, kita patur bersyukur bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia pada umumnya menjadi model bagi Negara lain. Kemerdekaan memeluk agama dan beribadah bagi setiap warga Negara merupakan prinsip dasar yang dijamin konstitusi, namun terkait penodaan agama, penyiaran suatu agama kepada orang yang sudah memeluk agama tertentu, pemaksaan penggunaan atribut suatu agama kepada orang yang berbeda keyakinan tidak dapat dibenarkan di Indonesia. Kerukunan antarumat beragama harus dimaknai sebagai sikap saling memahami, menghargai segala perbedaan dan menghormati identitas keyakinan orang lain.

“Jawa Tengah menurut indek kerukunan hasil penelitian Badan Litbang Kementerian Agama hampir mendekati harmonis dengan nilai 3,9, karena harmonis menurut nilai indek kerukunan adalah 4,0 s.d. 5,0. Dinamika kehidupan beragama di jawa Tengah mengalami perkembangan yang baik sehingga antara dinamika kehidupan dengan upaya menciptakan upaya kerukunan harus berjalan selaras”, ungkap Ahmadi menambahkan.

Mengakhiri uraiannya Ahmadi mengajak kepada masyarakat Jawa Tengah untuk “marilah mengamalkan ajaran agama yang diyakini dengan sungguh-sunguh dan menghargai orang lain dengan keyakinan agama yang berbeda, maka biarlah yang berbeda jangan disamakan dan yang sama jangan dibedakan”. (gt)