Kakanwil : Ukirlah Sejarah dengan Prestasi Kerja Terbaik

Semarang – Wacana penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila tinggal menunggu saat, seperti yang disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi bahwa Presiden akan mengumumkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. “Penentuan 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila akan diumumkan besok melalui keppres,” seperti yang dilansir dari kompas.com, Rabu (01/06).

Hal tersebut menjadi tema yang diangkat Kepala Kanwil sebagai materi pembinaan kepada jajaran aparaturnya dalam apel pagi di halaman kantor, Rabu (01/06). “Pancasila sebagai dasar negara sangat fundamental bagi Bangsa Indonesia, sesuai dengan Empat Konsensus Dasar Bangsa, Pancasila menempati urutan pertama dimana Pancasila sebagai dasar negara merupakan kesepakatan para founding fathers. Kedua, UUD 1945 juga disepakati bersama para pendiri negara sebagai konstitusi dasar. Ketiga, NKRI menjadi bentuk negara yang menjadi kesepakatan bersama. Keempat, sesanti Bhineka Tunggal Ika adalah merupakan realitas sosiologis yang tidak dapat dipungkiri kenyataannya,” tutur Ahmadi.

Ditambahkan, bahwa keberadaan Kementerian Agama didaulat sebagai kementerian di pemerintah Indonesia yang membidangi urusan agama, diharapkan mampu mewadahi masyarakat Indonesia untuk mengaplikasikan sila pertama Pancasila menjadi masyarakat yang taat beragama melalui peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama masing-masing.

“Peran Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang taat beragama sangat strategis bagi Bangsa Indonesia sebagai penerapan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila, upaya peningkatan pehamaman dan pengamalan terhadap ajaran agama mutlak menjadi tanggung jawab yang mesti kita emban,” tegasnya.

Kakanwil menekankan, bahwa pencanangan 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama oleh Menteri Agama menjadi tonggak bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja di lingkungan kerja masing-masing dalam upaya mendukung program Pembangunan Nasional besutan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

”Jika masing-masing aparatur di Kementerian Agama dapat menerapkan Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan sasaran kinerja yang telah ditetapkan, tidak ayal lagi peran Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di negara ini sangat dibutuhkan,” lanjutnya.

Mengutip sebuah peribahasa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama (sejarah), beliau berpesan untuk mengukir sejarah hidup masing-masing dengan prestasi kerja yang bisa dibanggakan. “Karena setiap kita mempunyai masa, maka pergunakanlah masa itu dengan sebaik-baiknya, dengan ukiran sejarah yang baik untuk dikenang melalui prestasi kerja terbaik,” pesan Ahmadi mengakhiri arahannya. (gt/gt)