Kakanwil : Waspadai Terhadap Penodaan Agama

Purworejo – Sebagai negara yang pluralis yang terdiri atas multi agama dengan budaya dan tradisi serta ciri khas masing-masing yang harus dibangun komunikasi dan koordinasi yang efektif agar kerukunan antar umat beragama tetap terjalin dengan baik. Potensi dan kerawanan timbulnya konflik bisa ditekan dengan adanya koordinasi dan komunikasi antar tokoh umat beragama.

Menyadari pentingnya untuk menjaga iklim kondusif umat beragama,  Kantor Kementerian Agama Kab. Purworejo Kamis pagi (01/12) menyelenggarakan Workshop Pencegahan Konflik Bagi Tokoh Lintas Agama Kab. Purworejo. Sebanyak 40 tokoh/pemuka agama hadir di Gedung Graha Siola Purworejo untuk mengikuti acara ini.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan Kebijakan Kementerian Agama dalam Pembukaan Kerukunan Umat Beragama. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Purworejo, Kapolres, Ketua MUI, Ketua FKUB Kab. Purworejo.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Purworejo Nuruddin mengharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih harmonis antar umat beragama serta bisa mengantisipasi percik yang berpotensi menimbulkan konflik antar umat beragama di Kab. Purworejo.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, menyampaikan beberapa hal terkait dengan isu kerukunan. Disampaikan bahwa konflik sangat berpotensi muncul pada kelompok yang berbeda yang bisa mengancam kerukunan. Demikian pula dalam kehidupan umat beragama. “Sedikit konflik jika tidak diselesaikan dengan baik akan menimbulkan permasalahan yang besar,” kata Farhani.

Konflik bisa ditimbulkan oleh perbedaan  internal umat beragama ataupun eksternal umat beragama. Untuk itu, perbedaan yang ada perlu disikapi dengan dengan bijak agar tidak menimbulkan konflik. “Sekecil apapun konflik, akan mengganggu keharmonisan kehidupan umat beragama,” tegasnya.

Kakanwil berpesan, agar para tokoh agama bisa memberikan pemahaman kepada umatnya agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang akan memecah belah persatuan bangsa dengan semakin mendalami ilmu agama masing-masing sekaligus meningkatkan toleransi kepada pemeluk agama lain. Kakanwil juga berpesan beberapa hal terkait dengan kerukunan, antara lain: 1) Waspadai terhadap hal-hal yang mengarah pada penistaan dan penodaan agama. 2) Jangan ikut gerakan yang mengarah pada radikalisme apalagi menjadi provokator. 3) Jangan beranggapan bahwa pendapat kita adalah yang paling benar. (fat/gt)