Kakanwil:Jaga Prestasi Madrasah melalui UAMBN

Banjarnegara – Palaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tingkat Madrasah Aliyah segera digelar.  Sesuai terjadwal dilaksanakan 20-24  Maret. Sebagai bagian dari pelaksanaan ujian seperti Kepala MAN/MA, pengawas ruang, dan panita ujian diupayakan untuk bisa mempersiapkan diri dengan baik, dan memahami POS (Prosedur Operasional Standar)  yang  sudah di tetapkan regulasinya.

“Dengan adanya sosialisasi tidak ada alasan untuk tidak mengetahui POS Ujian,” tegas Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Farhani  saat memberikan pembinaan di hadapan 179 peserta sosialisasi UAMBN MA di Aula Kantor Kemenag kabupaten Banjarnegara siang ini (13/03).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Fenoma kegiatan Ujian Nasional biasanya muncul  pemberitaan masalah yang tidak  perlu terjadi seperti kebocoran soal, pengamanan soal, bahkan kondisi pengawasan ujian,dan rasa syukur hal ini tidak terdapat madrasah. “Dengan prestasi madrasah  yang sudah tidak dipandang sebelah mata sekarang ini, perlu dijaga pula prestasi pada proses evaluasi dan nilai ujian  tahun ini,” jelasnya.

Sebagai agenda Nasional, UAMBN menjadi perhatian dari masyarakat. Kecenderungan orang akan mudah bicara dan berkomentar, baik itu keberhasilan ataupun kekurangan. Agenda yang rutin seharusnya bisa memprediksi hal-hal yang perlu diperhatikan, mulai proses  sampai dengan hasil akhir. Farhani berpesan  POS,  Juknis perlu di pahami, juga tidak paham untuk bisa segera konsultasi kepada pimpinan ataupun bisa kepada Seksi Madrasah Kementerian Agama.

Di akhir pembinaan, Kakanwil juga menyinggung terkait TPG dan TPG terhutang untuk bisa menjadi prioritas diselesaikan. Tidak  ketinggalan SK Inpassing untuk  bisa diverifikasi dan tidak lanjut, agar harapan dari kesejahteraan guru ini ditunggu dan dibutuhkan baik guru, yayasan dan madrasah itu sendiri. (Nangim/Af)