Ka Kanwil melakukan monitoring TAPKA di MTsN 1 Boyolali

Kakanwnil Monitoring Uji Coba Tapka MTs Negeri 1 Boyolali

Andong– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta`in Ahmad melakukan monitoring ke madrasah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap Muka, Selasa (14/9). Madrasah yang dikunjungi yakni MTs Negeri 1 Boyolali .

Pembelajaran Tatap Muka yang dilaksanakan di sekolah maupun madrasah memang masih sangat terbatas , kata Kakanwil.  Beliau sempat bertanya jawab dengan peserta didik terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di MTsN 1 Boyolali. Mulai dari transportasi yang di gunakan, prosesi kedatangan siswa di madrasah, kondisi pembelajaran di ruang kelas, sampai ketika selesai belajar dan kembali ke rumah masing masing.

“kalau datang ke madrasah sebaiknya diantar oleh orang tua atau saudara, jangan naik motor sendiri, adik adik belum punya sim, nanti di tilang pak polisi, terus maskernya selalu di pakai, kalau bisa pakai face shiled, terus pulangnya langsung ke rumah ya, jangan main ke tempat lain, biar semuanya aman, begitu ya adik adik.” Kata mustain berdialog.

Kakanwil berpesan agar  tetap semangat belajar walaupun kondisinya sudah mulai membaik meskipun belum seperti waktu normal. tidak boleh sembrono dimanapu berada, baik disekolah maupun dirumah, selalu menaati protocol kesehatan dan rajin belajar meskipun terbatas aktifitasnya. beliau mendoakan mudah mudahan ilmunya manfaat.

”Selalu terapkan protokol kesehatan dimanapun berada, jangan lengah, tetap semangat untuk belajar, tak dungakne mugo mugo ilmune manfaat dunia akhirat,” pesannya

Musta`in Ahmad juga meminta kepada seluruh peserata didik untuk tetap semangat belajar dan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan penuh 5 M. tidak terkecuali juga kepada para pengajar dan karyawan MTsN 1 Boyolali agar terus melaksanakan protokol kesehatan baik itu di madrasah maupun lingkungan sekitar.

“Saya kira apa yang bapak ibu laksanakan di MTsN 1 Boyolali ini sudah berjalan dengan baik, pertahankan, sukur sukur bisa tambah protokol kesehatannya, biar semuanya aman, tidak hanya murid dan guru, tapi proses pembelajaran tatap muka juga aman, bapak ibu guru serta pegawai juga harus menjadi contoh penerapan protokol kesehatan tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungannya masing masing, karena Panjenengan semua adalah pegawai yang dibiayai oleh negara,” pintanya.

Disampaikan  Oleh Waka Kesiswaan Jamal Thoriq, MTsN 1 Boyolali sudah memasukan siswanya 50 % dan untuk sementara diperuntukkan bagi pembelajaran program khusus dan terjadwal menyeluruh. selanjutnya Siswa yang lain tetap di beri pelajaran melalui daring.

 “Dengan kondisi semua guru dan karyawan MTs Negeri 1 Boyolali yang sudah DI vaksin Covid 19, dan sarana dan prasarana yang sudah di sediakan protocol kesehatan penuh MTs Negeri 1 Boyolali telah mengurus administrasi persyaratan agar bias melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa uji coba lagi, mudah mudahan dengan segala fasilitas dan protocol kesehatan yang sudah berjalan dengan baik,” katanya. (AJ/Zoelva/Jaim/rf)