Kankemenag Aplikasikan Rekam Sidik Jari Calon Haji

Rembang (15/3) – Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberlakukan program pengambilan disik jari dan foto pendaftaran ibadah haji. Program ini mulai dijalankan Kankemenag Kabupaten Rembang mulai minggu ini.

Sebagaimana yang terjadi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang. Beberapa warga yang akan mendaftar haji sudah melakukan semua prosedur. Kali ini ditambah dengan pengambilan sidik jari dan foto.

“Program ini telah kami jalankan awal minggu ini. Pada waktu hari pertama, seorang pendaftar sukses melakukan pengambilan sidik jari dan gambar dan langsung dihubungkan secara online. Namun kadangkala terkendala jaringan,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Rembang, Shalehuddin.

Dijelaskan Shalehuddin, pemberlakukan dua prosedur ini adalah inovasi layanan Kementerian Agama berbasis IT. “Program ini bertujuan untuk menguatkan data dan validitas identitas calon jemaah haji serta pembatasan pergi haji bagi jemaah yang sudah pernah haji. Sebagaimana yang kita tahu, antrian calon haji begitu panjang. Ini adalah langkah antisipastif untuk menanganinya,” kata Shalehuddin.

Untuk diketahui, daftar antrian calon jemaah haji di Rembang mencapai tahun 2040. Shalehuddin mengatakan, antisipasi antrian panjang ini diperkuat dengan Keputusan Dirjen PHU no 28/2016 tentang Pedoman Pendaftaran Haji Reguler. Salah satu pasalnya adalah jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran haji setelah 10 (sepuluh) tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir.

“Ditambah dengan pengambilan sidik jari dan foto secara online ini, Kemenag akan dengan mudah mengindentifikasi apakah yang bersangkutan sudah pernah berhaji atau belum,” imbuhnya.

Terkait dengan jumlah kuota tambahan untuk Kabupaten Rembang, Shalehuddin menyebutkan belum mendapatkan angka pasti dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah. “Kita masih menunggu surat keputusan. Namun kisaran tambahan kuota sekitar 100 orang, sehingga yang akan berangkat tahun ini sekitar 800 orang,” kata dia. (ss/bd)