Kankemenag Berikan Bantuan untuk Masyarakat Warungpring

Pemalang – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang memberikan bantuan untuk masjid dan masyarakat Kecamatan Warungpring. Pemberian bantuan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan safari sholat Subuh dan silaturahmi di Masjid Baitul Muttaqin Desa Mereng Kecamatan Warungpring, Kamis (22/6). Safari sholat subuh kali ini merupakan yang terakhir dalam rangkaian sholat berjamaah jajaran Kankemenag bersama masyarakat di bulan Ramadhan tahun 1438 Hijriyah.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala Kankemenag bersama Camat, Danramil, dan Kapolsek Warungpring yang turut mengikuti kegiatan. Bantuan diberikan kepada Masjid Baitul Muttaqin, imam masjid dan mushola, muadzin, guru madrasah diniyah dan TPQ, serta mustahik lainnya.

“Semoga bantuan yang kami berikan bisa membantu pihak yang menerima, bisa meningkatkan keimanan, ibadahnya lebih khusyuk. Bantuan yang kami berikan tidak seberapa karena harus dibagi rata untuk 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Semoga bisa memotivasi mustahik dan masyarakat untuk gemar bersedekah, membantu yang tidak mampu”.

Demikian sambutan Kepala Kankemenag, Taufik Rahman seusai sholat Subuh. Total bantuan yang diberikan pada kegiatan kali ini sebesar Rp10 juta. Masjid Baitul Muttaqin menerima bantuan Rp2 juta dan 32 orang mustahik masing-masing menerima Rp250 ribu. Selain uang, Taufik juga memberikan 10 mushaf Al-Qur’an untuk masjid, mushola, dan madrasah diniyah Desa Mereng.

Bantuan yang diberikan berasal dari zakat profesi PNS di lingkungan Kankemenag yang dikumpulkan oleh Unit Pengumpul Zakat Kankemenag. Selama bulan Ramadhan tahun ini, UPZ Kankemenag telah mentasharufkan zakat sebesar Rp140 juta yang dibagi rata untuk 14 kecamatan.

Melanjutkan sambutannya, Taufik mengajak masyarakat untuk melaksanakan rukun Islam sebaik-baiknya. Dimulai dari mengucapkan dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, sampai haji bagi yang sudah mampu.

Dalam menjalankan rukun Islam terutama dalam hal sholat kadang terjadi perbedaan dalam pelaksanaannya, Taufik meminta hal tersebut tidak menjadi faktor perpecahan umat.

“Mari kita jaga kerukunan intern umat beragama. Apabila ada perbedaan dalam pelaksanaan sholat, ada yang membaca doa qunut ada yang tidak, ada yang tarawih 20 rakaat ada pula yang 8 rakaat. Itu semua selama ada dasarnya tidak mengapa, mari kita saling menghormati, tidak usah saling mengkafirkan,” serunya.

Dimulai dari kerukunan intern umat beragama berkembang menjadi kerukunan antar umat beragama. Perbedaan yang ada di negara Indonesia merupakan rahmat dari Allah SWT. Umat Islam harus menjadi uswatun hasanah, suri tauladan bagi yang lainnya. (fi/rf)