Kankemenag bersama FKUB cegah konflik agama

Boyolali – Peran FKUB Kabupaten Boyolali dalam menjaga kehidupan beragama di wilayah Kabupaten Boyolali patut mendapatkan apresiasi. Dialog intensif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder berhasil menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif.

Sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu, berbagai peristiwa konflik agama, seperti pembakaran Masjid di Tolikara Papua, dan pembakaran gereja di Aceh menimbulkan reaksi sebagian masyarakat. Namun di Boyolali, tidak ada yang terprovokasi. Ketegangan warga Semua masyarakat bisa menahan diri dan tidak bersikap berlebihan atas peristiwa tersebut. Hal inilah yang menjadi catatan positif rekam jejak kerukunan agama di Boyolali tahun lalu.

Dalam rangka menyusun rencana program FKUB 2016 ini, pengurus melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali pada Selasa (12/1) di ruang Kasubbag Tata Usaha.

Pada kesempatan tersebut, Ketua FKUB Boyolali KH. Habib Masturi menyampaikan, banyak hal yang telah dilakukan selama tiga tahun kepemimpinannya dalam rangka menciptakan suasana sejuk di Boyolali. Bersama Kemenag, FKUB juga aktif dalam Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan 8 tahun 2006.

“FKUB telah melakukan berbagai upaya dalam guna menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif, ketegangan yang sempat muncul antara warga Desa Doplang kecamatan Teras Kabupaten Boyolali dengan Aktifis MTA Suprayogi pada beberapa minggu yang lalu, berhasil di mediasi oleh FKUB, Kemenag, MUI dan Kesbangpol,” tutur Habib.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Boyolali, Saerozi menyambut baik terhadap peran FKUB Boyolali. Menurutnya, eksistensi FKUB Boyolali sangat membanggakan. Masyarakat Boyolali yang plural ini tetap terjaga keamanaan dalam keberagamaannya, walaupun terjadi berbagai gesekan-gesekan kecil baik antar agama maupun intern agama pada tahun 2015 lalu. Namun semua bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Komunikasi yang telah terbangun dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama maupun pihak pemerintah selama ini, hendaknya lebih diperkuat lagi dengan berbagai kerjasama yang baik.

“Kami harap kondusivitas Boyolali dalam hal kerukunan umat beragama semakin ditingkatkan tahun ini. Kami siap bekerjasama dengan FKUB untuk melakukan berbagai langkah dan upaya demi menjaga stabilitas kerukunan umat beragama, ” ujar Saerozi.

Pada tahun anggaran 2016 ini lanjut saerozi, terdapat program kerja dan anggaran berupa Workshop Pencegahan Konflik bagi Tokoh Lintas Agama tingkat Kabupaten. Hal tersebut bisa dijadikan media dalam rangka menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama. Selain itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama juga memberikan Dana Opersional, sebagai wujud Komitmen Pemerintah dalam Menjaga kehidupan umat beragama di Indonesia.(zoelva/gt)