Kankemenag Boyolali gelar Pembinaan dan Rakor Kehumasan

Boyolali (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Rakor Kehumasan Tahun 2018 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Senin (05/03). Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak  45 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekai (Kasi) dan Penyelanggara (Gara) Kankemenag Kab. Boyolali, Kepala MIN, Kepala MTsN, Kepala MAN dan perwakilan Kepala KUA kecamatan  se Kabupaten Boyolali.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah membangun kesamaan persepsi tentang tugas dan fungsi humas serta untuk konsolidasi keterpaduan,  sinergitas dan memantapkan operasional kehumasan pada satker di lingkungan Kankemenag Kab. Boyolali. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kab. Boyolali sekaligus penanggung jawab kegiatan, Muh Mualim dalam laporan penyelenggara.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Nurudin dalam sambutannya mengatakan bahwa fungsi humas dalam suatu instansi/lembaga sangatlah penting. Terutama berkaitan dengan hubungan antar instansi maupun dengan masnyarakat. Baik buruknya penilaian masyarakat terhadap Kementerian Agama tergantung bagaimana humas membangun citra di masyarakat.  

“Opini publik terhadap Kementerian Agama tergantung bagaimana humas menyampaikan berita di masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pekerjaan yang bersinggungan dengan masyarakat, tantangan humas tentunya juga tidak sedikit. Lanjutnya. seiring berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi oleh humas akan semakin beragam sesuai denangan trend yang ada di masyarakat.

Media social saat ini merupakan salah satu tantangan yang harus dijawab oleh humas. Informasi yang beredar di media social sudah tidak dapat dibendung lagi. banyaknya informasi yang simpang siur merupakan tugas humas untuk mengklarifikasi atas isu yang beredar di media social.

“Media social adalah PR humas saat ini," tegasnya

Menghadapi tugas humas yang begitu banyak, Nurudin menyarankan kepada peserta untuk dapat menyampaikan informasi terkait kegiatan maupun prestasi yang diperoleh melalui website resmi Kementerian Agama ataupun media social kementerian agama. Serta merangkul semua elemen masyarakat agar tercipta kepercayaan dan opini yang positif bagi kementerian agama.

“ Rajin rajinlah membuat berita agar kita dikenal masyarakat, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan agar tercipta opini positif bagi Kementerian Agama," pungkasnya. (jaim/wul)