Kankemenag Kab.Pekalongan jadi Tuan Rumah Konferensi Ulama Sufi Internasional 2019

Kab.Pekalongan – Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) akan menggelar Konferensi Ulama Sufi Internasional “Al-Muntada as-Sufy al-Alamy” di Pekalongan, pada 8-10 April 2019.

Kegiatan ini akan dihadiri ulama dari dalam maupun luar negeri.

Kepala Kankemenag Kab. Pekalongan Kasiman Mahmud Desky mengatakan Kabupaten Pekalongan dijadikan tempat pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional.

Tidak hanya itu, konferensi itu juga digelar di Kota Pekalongan dan Konferensi tersebut adalah pertemuan ulama-ulama seluruh dunia.

“Ada 85 ulama dari luar negeri yang akan hadir dan untuk dalam negeri ada 1.500 ulama,” kata Kasiman saat kegiatan apel pagi bersama para jajarannya,dihalaman kantor setempat, Senin (8/4/2019).

berikut agenda lenkap pertemuan ulama sufi internasional di Pekalongan Jawa Tengah:

 

Ahad (7/4)

– 08.00-18.00 Registrasi peserta di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan

– 19.00-22.00 Taaruf peserta / wellcome dinner

Senin (8/4)

– 08.00-12.00 Pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional

– 12.00-16.00 Kirab Merah Putih bersama Drumband Akpol Semarang

– 19.00-22.00 Ceramah-ceramah di Hotel Horison dan Hotel Santika

Selasa (9/4)

– 09.00-17.00 Ceramah-ceraamah di Kajen, Horison, dan Santika

– 19.00-23.00 Sidang Komisi A dan B di Hotel Horison dan Santika

– 19.00-23.00 Sidang Komisi C dan D di Kajen Kabupaten Pekalongan

Rabu (10/4)

– 09.00-12.00 Upacara Penutupan di Kajen Kabupaten Pekalongan

Selain puluhan ulama sufi dari mancanegara, kegiatan akan dihadiri pula ribuan ulama thariqah dari dalam negeri, sejumlah pejabat, umaro, serta petinggi TNI-Polri.

Menurut Kasiman para ulama dari luar negeri itu, rencananya akan menginap di Hotel Horison dan Hotel Santika Pekalongan.

Untuk para ulama dari dalam negeri akan berada di rumah-rumah warga di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

“Tempat istirahat untuk di Kabupaten Pekalongan berada di daerah Buaran, Kertijayan, Simbang Kulon, Tirto, Kedungwuni, Wonopringgo,” tuturnya.

Beliau menambahkan konferensi ulama internasional yang hadir di Indonesia untuk bersilahturahmi bersama dan mendoakan agar situasi serta kondisi dunia bertambah baik.

Kemudian akan merumuskan hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum syariah yang belum ada dasar hukumnya.

“Yang paling penting dalam konferensi ini yaitu akan membentuk suatu macam organisasi ulama sufi dunia,”paparnya. (hfrn/bd)