Kankemenag Kudus buka Pembinaan Guru dan Pengurus SMB

Kudus Namo Buddhaya –  Dilatar belakangi harapan berdirinya lembaga pendidikan yang bercirikan Buddhis, Sekolah Minggu Buddha (SMB) harus memiliki SDM yang baik dan berkualitas sehingga dalam menjalankan kegiatan Sekolah Minggu Buddha berjalan penuh integritas memberikan pendidikan dan pelayanan sesuai dengan nilai-nilai luhur ajaran Buddha maka dipandang perlu dilaksanakan pembinaan Guru dan Pengurus Sekolah Minggu Buddha Kabupaten Kudus  (16/8) kemarin di @HOM Hotel, Jalan Tanjung No. 14-16 Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan Pembinaan Guru dan Pengurus Sekolah Minggu Buddha ini diyakini merupakan jalan sekaligus momen membangun sebuah lembaga pendidikan Buddha yang bermutu, mandiri, berkarakter, mampu menumbuhkan SDM yang berkualitas dan dapat bersaing sesuai perkembangan jaman sejalan dengan tema kegiatan yang diusung yaitu ‘Melalui Pembinaan Guru dan Pengurus Sekolah Minggu Buddha kita tingkatkan kualitas pengelolaan Sekolah Minggu Buddha yang profesional” jelas Purwanto, S.Pd.B selaku Ketua Panitia. Peserta kegiatan ini adalah Guru sekaligus Pengurus Sekolah Minggu Buddha se Kabupaten Kudus yaitu SMB Cakra Purbakara, SMB Ananda, SMB Vihara Bodhi Pundarika, SMB Vihara Buddha Murti, SMB Kalyana Mitta, SMB Sucarita dan SMB Kusala Sikkha dengan total peserta 60 orang dan 3 orang narasumber yang berkompeten dibidangnya (Drs. H. Noor Badi, MM-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus dengan judul materi Kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Kudus dalam meningkatkan SDM Guru dan Pengurus Sekolah Minggu Buddha, Drs. Mundir, MM-Kabag Kesra Setda Kudus dengan judul materi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap kemajuan Sekolah Minggu Buddha, Ngateman, S.Pd-Anggota DPRD Kabupaten Kudus Komisi B dengan judul materi Penerapan nilai-nilai luhur dan budaya Buddhis demi kemajuan Sekolah Minggu Buddha) imbuhnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Drs. H. Noor Badi, MM membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Guru dan Pengurus Sekolah Minggu Buddha Tahun 2017, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan nantinya para Guru Sekolah Minggu Buddha mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap mental dan mampu meningkatkan semangat kerja dalam melaksanakan tugas sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing sesuai kode etik guru. Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan dan mereka berada di titik sentral dari setiap usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berpedoman pada PP nomor 55 tahun 2007. Guru SMB merupakan tenaga pendidik yang memiliki tugas khusus pada lembaga pendidikan non formal yang bergerak di bidang pendidikan memiliki peranan sangat penting dalam membentuk moral, spiritual, dan etika siswa agar dapat menghayati, mengamalkan dan mempraktekkan nilai-nilai Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dan para pengurus SMB juga harus mengerti hal-hal yang berkaitan dengan kepemilikan aset, tanda daftar dan segala hal yang berhubungan dengan yayasan pendidikan keagamaan guna bisa mendirikan sekolah berciri Buddha.

Sebelum mengakhiri sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus berharap dengan pengelolaan yang baik dari lembaga pendidikan Buddha yaitu Sekolah Minggu Buddha baik dari sisi administrasi, legalisasi lembaga maupun pendanaan akan mendukung tercapainya  SDM guru dan pengurus SMB yang berkualitas, berkarakter dan profesional.

Kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan pertama kali bagi  guru dan pengurus Sekolah Minggu Buddha Kabupaten Kudus, Ketua panitia menambahkan berkat koordinasi dan kerjasama yang baik antara Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Kudus (Kiswati, S.Ag) dengan Kasi PD Pontren dan Diniyah (Drs. M. Kafit, S.Ag, M.Pd) bersama pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus khususnya Kabag Kesra Setda Kabupaten Kudus (Drs. Mundir, MM) dan DPRD Kabupaten Kudus maka lahirlah anggaran DIPA APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus Dana Hibah Keagamaan dan terealisasinya anggaran ini melalui APBN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terlaksana berkelanjutan setiap tahunnya dengan jenis kegiatan yang berbeda. Perhatian penuh dari Pemerintah baik Pusat maupun Daerah terhadap umat Buddha Kabupaten Kudus dengan penganggaran kegiatan keagamaan merupakan pembuktian bahwa tidak ada sekat dan pilih kasih antara umat mayoritas dan minoritas karena pada dasarnya setiap umat beragama memiliki kesempatan yang sama dalam hal pengembangan lembaga pendidikan Sekolah Minggu Buddha dan peningkatan kualitas SDMnya (guru dan pengurus) untuk menuju masyarakat yang mandiri, berdedikasi tinggi, dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat lain serta turut mensukseskan program-program pemerintah baik Pusat dan Daerah agar dapat terlaksana tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu. Juga selalu terjaga keharmonisan dan toleransi intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan Pemerintah dapat diwujudkan dan dilaksanakan. Imbuhnya semoga kegiatan pembinaan Lembaga Keagamaan/Organisasi Buddha dapat membawa angin segar bagi umat Buddha untuk lebih meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang profesional dan bermartabat. Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitatha, Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.  Regards, Penyuluh Buddha Kab. Kudus kds/bd