Kankemenag Kunjungi Keluarga Korban Sambaran Petir

Purbalingga – Dalam rangka mewujudkan kepedulian kepada sesama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan silaturahmi dan penyaluran bantuan kepada keluarga korban  musibah / bencana alam di wilayahnya.  Usai kunjungan pertamanya kepada keluarga Al Karomi (7 Tahun)  siswa kelas 1 MI Ma’arif  02 Jingkang yang tewas terkubur longsoran bukit di rumah saudaranya yang hendak disunat (22/03), Tim Kankemenag kembali melakukan kegiatan kunjungan dan penyaluran bantuan. Senin (05/03) Tim yang terdiri dari Kepala Kantor, Kasi Pendidikan Madrasah, Pengurus Kelompok Kerja Pengawas serta Bagian Humas melakukan kunjungan ke Dukuh Gunungsari RT 04/RW 02 Desa Banjarkerta Kecamatan Karanganyar, tempat tinggal keluarga Nur Fadil (15 Tahun)  siswa kelas VIII b MTs Negeri 1 Purbalingga. Nur Fadil dikabarkan meninggal dunia, Ahad (4/3) sore akibat sambaran petir.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono dalam ungkapannya menyatakan turut berbela sungkawa dan memahami duka mendalam yang dirasakan oleh kedua orang tua Nur Fadil. “Kami semua turut berduka dan berbela sungkawa, semoga Bapak dan Ibu Ananda Nur Fadil beserta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan serta semoga  mendapat ganti pahala yang berlipat,” ungkap Karsono.

“Kami hanya bisa ikut mendoakan semoga kepulangan Nak Nur Fadil kembali ke hadirat Alloh dalam keadaan yang husnul hotimah,” tambahnya.

Saat menerima kunjungan Tim di rumahnya, Sodikin (55) –ayah Nur Fadil menjelaskan kronologis kejadiannya. “Kemarin sore Si Nur anak saya berkehendak mengantarkan ibunya ke rumah kerabat yang mau hajatan di desa Karanganyar yang tidak terlalu jauh dari sini. Alasannya karena nyebrang sungai dan hujan khawatir terjadi apa-apa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak merasa gelisah dengan kepergian anaknya ke rumah saudara karena bersama ibunya. Baru setelah salah satu anggota keluarganya menanyakan keberadaan Nur Fadil dan menjelaskan bahwa di rumah kerabatnya tidak ada dirinya mulai curiga. Ia mendapat informasi bahwa setelah sampai ke rumah kerabatnya, Nur Fadil pamit untuk pulang.

Usai dicari, pada sekitar pukul 08.00 malam jenazah Nur Fadil ditemukan tergeletak di atas jalan (pematang sawah) dengan posisi tertelungkup dan diperkirakan telah meninggal 3 jam sebelumnya tanpa diketahui warga sekitar.

Melihat luka di beberapa bagian tubuh sang anak, Kapolsek Karanganyar, AKP Sayono sebagaimana dilansir dalam berita Suara Merdeka (06/03) mengatakan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat sambaran petir. Sebab menurut keterangan para saksi , kondisi cuaca di lokasi kejadian saat itu sedang gerimis.  (sar/gt)