Kankemenag Wonosobo Lantik 4 Pengaw9as TK Dan Penyerahan Sertifikat Pendidik

Wonosobo – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo secara resmi melantik dan mengambil sumpah kepada 4 Pengawas Pendidikan Agama Islam TK dasar dan menengah, Sekaligus Penyerahan Sertifikat Pendidik pada hari Senin, (05/03) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo.
.
Adapun dari ke 4 pengawas yang di lantik yakni Kharis Katamsi, Ibnu Sahil, Yuniati, dan Asrori, Kemudian Penyerahan Sertifikat Pendidik kepada Miftahudin dan Siti Wakhidah.  Acara ini sekaligus pembinaan yang dikuti,  Seluruh Kasi Ka Gara Kemenag, ASN Kan Kemenag Kab. Wonosobo, Kepala Madrasah, Kepala KUA dan Pengawas Wonoso.

Dalam pembinaannya M. Thobiq mengusung tema "Pendidikan di Dunia Global" menurutnya saat ini kita menghadapi dua era sekaligus, yakni era global dan era digital, kalau anak anak kita disebut Kids Zaman Now, maka kutipun disebut parent zaman now, guru dan pengawas serta KUA zaman now juga, tapi sayang kita termasuk dalam kategori Digital Imigran.  Karena kita generasi penikmat dan anak anak kita mejadi warga digital khususnya yang masih sekolah/kuliah. Merekalah yang akan menghuni, bekerja dan memimpin Indonesia  Emas kira kira tahun 2045. Kalau kita tidak persiapan mulai sekarang dengan baik dan terprogram kemungkinan kita akan menyaksikan problem dan kerawanan sosial yang lebih buruk dari situasi hari ini, khususnya tragedi yang diakibatkan dekadensi moral. 28 tahun lagi mereka memenuhi negeri ini hampir 75% penduduk usia produktif selebihnya kita yang sudah tidak produktif lagi. Bom Bonus Demokrasi ibarat pisau bermata dua, bisa merobek ke atas dan ke bawah kalau ditangan orang yang jahat dan tidak trampil,  namun  sebaliknya bila ditangan yang bermoral dan berintegritas tinggi akan mendatangkan  kesejahteraan, inilah tantangan bersama di global valage.

Selanjutnya, juga menyampaikan pesan kepada para pengawas dan madrasah bahwa semboyan Menag RI Lukman Hakim Saefudin "Madrasah lebih baik, lebih baik Madrasah. Ini menuntut anda semua untuk memiliki Global Comptence, mulai menstimulasi tumbuhnya etos guru  yang inspiratif, sadar bahwa mengajar itu sebuah program, maka mars merencanakan perubahan dan perbaikan baik Religiusitasnya maupun  skill Global. Ini akan bisa dilakukan oleh guru yang serius dengan the maximum thinking bukan guru maindstreem yang hanya berkutat dengan kurikulum atau sering disebut guru  Habitual thingking (biasa biasa saja). Pengawas Madrasah, PAI harus membuat program supervisi dan melaporkan pada Ka. Kan. Kemenag sebagai bentuk tanggungjawab an petugas yang amanah. M. Thobiq menegaskan anda tidak hanya bertanggung jawab supervisi knowlage, managerial  saja tapi Religiusitasnya para guru dan siswa.     
  
 Acara di tutup dengan meyuarakan Tag line Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah. (PS-WS/rf)