Kanwil Kemenag Prov. Jateng Lakukan Monitoring UAMBN MTsN 1 Wonosobo

Wonosobo – Memasuki hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2018/2019 tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah melakukan monitoring di wilayah Wonosobo, Rabu (20/03).

Pelaksana Subbagian Hukum Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Achmad Mahrusun mengatakan, hasil monitoring pertama di MTsN 1 Wonosobo, pelaksanaan UAMBN-BK hari pertama berjalan lancar dan baik. Pihak penyelenggara maupun para siswa terlihat serius dan tenang dalam mengerjakan soal-soal.

“Penyelenggaraan UAMBN-BK di MTsN 1 Wonosobo ini terpantau berjalan lancar, baik dari penyenggara ujian maupun peserta ujiannya,” bebernya

Selain melakukan monitoring di MTsN 1 Wonosobo, pihaknya juga melakukan monitoring di beberapa MTs di Wonosobo. Beberapa MTs yang ikut di pantau ialah MTs di Kecamatan Mojotengah, Kecamatan Garung dan Kecamatan Kejajar. Diharapkan pelaksanaan UAMBN-BK sampai akhir pelaksanaan bisa berjalan lancar dan tertib.

“Kami melakukan monitoring langsung untuk memastikan UAMBN-BK di sejumlah MTs yang ada di Wonosobo berjalan dengan baik,” tuturnya.

Kepala MTsN 1 Wonosobo, Ratna Ayu Kartika Wulan menjelaskan, UAMBN-BK di MTsN 1 Wonosobo diikuti sebanyak 286 siswa kelas 9 yang terdiri dari 164 siswa laki-laki dan 122 siswa perempuan. UAMBN-BK kali ini digelar selama tiga hari dengan jadwal mata pelajaran hari pertama Al-quran hadist, hari kedua Mapel Fiqih dan hari terakhir Mapel SKI.

“Untuk jadwal UAMBN-BK setiap harinya dibagi dalam 3 sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.30 WIB, sesi kedua dimulai pukul 09.30 WIB dan sesi terakhir pada pukul 13.00 WIB,” ungkap dia.

Sementara itu, Staf Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Wonosobo, Titik Hermi Topviati mengungkapkan, pelaksanaan UAMBM-BK tingkat MTs di Wonosobo diikuti sebanyak 38 lembaga, dari jumlah tersebut 36 lembaga berstatus mandiri dan 2 lembaga berstatus menggabung dengan lembaga lain.

“Dua lembaga yang menggabung, yakni MTs NU Unggulan yang menggabung di MTs Ma'arif Kepil dan MTs Ma'arif Al-Fikri menggabung di MTs Ma'arif Sukoharjo. Sebenarnya jumlah keseluruhan lembaga di Wonosobo ada 41 lembaga, namun 3 lembaga belum mengikuti UAMBN-BK karena masih baru berdiri,” tandasnya.(PS-WS/ Wul)