Karanganyar Terbangkan Ratusan Jamaah Hajinya

Karanganyar – Setelah menunggu empat tahun lamanya sejak mendaftarkan diri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, tibalah saatnya bagi jamaah haji pergi ke tanah suci guna menunaikan rukun Islam yang terakhir. Tepat sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Bupati Karanganyar, Drs. H. Yuliatmono MM. memberikan pengarahan pada warganya yang akan melakukan perjalanan suci, 22/09/2014.

Dalam pengarahannya, Bupati Karanganyar mengucapkan selamat jalan serta berharap agar mereka semua menjadi haji yang mabrur. Disamping itu, beliau juga berpesan agar jamaah haji menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk beribadah. “Ketika berada di tanah suci, gunakan waktu luang yang ada untuk beribadah sebaik mungkin, gunakan waktu luang yang ada untuk mengaji, apabila bapak/ibu tidak dapat mengaji dengan tulisan arab, dapat membaca dan memahami artinya saja.”, ujarnya.

Dengan bis terbaik, jamaah haji asal Kabupaten Karanganyar yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) 58 & 59 diberangkatkan pada pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB. Setibanya di asrama haji donohudan, jamaah haji kloter 58 sebanyak 294 orang yang berbarengan dengan jamaah haji asal Kabupaten Sukoharjo dan jamaah haji kloter 59 sebanyak 145 orang yang berbarengan dengan jamaah haji asal Kabupaten Klaten dikumpulkan, diberi pengarahan oleh panitia, serta dicek kesehatan dan administrasinya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kankemenag Kabupaten Karanganyar, Drs. H. Museri, MM. yang ditemui di asrama haji donohudan mengatakan, “Jamaah haji yang berada di kloter 58 terbang ke Arab Saudi dari Bandara Udara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali pada hari Rabu, tanggal 23 September 2014 pukul 17.50 WIB, sedangkan jamaah haji yang berada di kloter 59 terbang enam jam berikutnya pada hari yang sama, tepatnya pada pukul 23.55 WIB”.

Selanjutnya, kepala seksi yang saat ini menjadi Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) mengatakan pada petugas haji di Kabupaten Karanganyar agar dapat mengjawab isu-isu yang terjadi seputar perubahan penginapan jamaah haji di Arab saudi dengan baik dan bijak. “Sebelum adanya surat resmi dari Kementerian Agama Pusat, maka penginapan bagi jamaah haji asal Indonesia masih sesuai dengan tempat yang sudah ditetapkan dahulu, jangan terpengaruh dengan adanya berita-berita yang belum pasti kebenarannya”, tegasnya. (Hadi)