Karangjahe, Destinasi Wisata Yang Dipilih Jadi Lokasi Rukyatul Hilal

Rembang – Siapa yang tidak kenal pantai Karangjahe? Pantai yang berada di pesisir Kabupaten Rembang ini sudah dikenal oleh hampir seluruh warga Rembang dan sekitarnya, bahkan hingga luar daerah seperti Jakarta, Bandung, bahkan hingga luar pulau.

Memasuki musim liburan maupun lebaran, Anda dipastikan mendapati jalanan yang macet, karena pantai yang penuh dengan pohon cemara ini didatangi oleh ribuan wisatawan.

Bibir pantai yang luas dan suasana yang teduh serta masyarakatnya yang jujur dan ramah, rupanya menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Belum lagi jika pengunjung menginginkan sarapan atau makan siang, tak perlu membawa bekal, karena harga makanan dan minuman di sini sangatlah murah.

Setidaknya sudah kali keenam ini, tim Badan Hisab Rukyah (BHR) Kabupaten Rembang menggelar rukyatul Hilal untuk menentkan awal Ramadan dan awal Syawwal.

Pada Selasa menjelang magrib (15/5/2018) kemarin, ratusan warga dan santri tampak memenuhi bibir pantai Karangjahe Rembang. Tujuan mereka tak lain adalah melihat hilal dari teropong yang sudah disediakan oleh tim Badan Hisab Rukyah (BHR) Kabupaten Rembang.

Luasnya pantai dan jauhnya jarak pandang rupanya menjadikan alasan tim BHR untuk menjadikan pantai ini lokasi rukyah. Suasana pantai juga sangat presentatif untuk menggelar acara rukyah.

Acara Rukyatul Hilal ini digelar oleh BHR dan Kankemenag Kabupaten Rembang. Selain itu, Kankemenag Kabupaten Blora dan Pati juga bergabung dalam kegiatan ini. Turut hadir dalam rukyah ini, jajaran Forkimpinda Rembang, Kepala kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah, jajaran pejabat Kankemenag Kabupaten Blora, jajaran pejabat Kankemenag Kabupaten Pati, jajaran pejabat Pengadilan Agama Rembang, ahli ilmu falak dari Rembang, KH Zaenal Abidin, beserta ratusan santri dan masyarakat sekitar.

Dari hasil rukyat, hilal tidak berhasil dilihat karena terhalang mendung. Siang hari sebelumnya, Rembang memang sudah terguyur oleh hujan. Ruktayul Hilal ini dipimpin oleh ahli falak yaitu Kyai Zainal Abidin.

Sekretaris BHR Kabupaten Rembang Ali Muhyiddin menjelaskan, secara hisab atau perhitungan, ketinggian hilal pada petang nanti masih di bawah ufuk, sehingga akan sulit dilihat meski dengan bantuan teropong bulan dan GPS.

“Dalam hal hilal belum terlihat, maka secara syariah islam, dianjurkan untuk menggenapkan Sya’ban menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei 2018 sesuai dengan keputusan dari Pemerintah,” katanya.

 “Tempat rukyat di Pantai Karangjahe memang sering terkendala awan dan kandang terhalang oleh Gunung Muria. Namun bila secara hisab ketinggian hilal sudah lebih dari enam derajat, gampang dilihat di Rembang,” tandasnya.

Pantai Karangjahe merupakan salah satu dari 12 titik pengamatan hilal di Jawa Tengah. Selain di Pantai Karangjahe, rukyat hilal juga dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Masjid Giribangun Banyumas, Pantai Jatimalang Purworejo, Assalam Observatory Sukoharjo, dan Pantai Kartini Jepara.

Selain itu, juga di STAIN Pekalongan, Pantai Segolok Batang, Pantai Longending Kebumen, Pantai Alam Indah Tegal, Pantai Tanjungsari Pemalang, dan Universitas Muria Kudus. — ss/bd