Moh. Agus Suseno , penggagas Karima sedang membagikan nasi bungkus pada pedagang asongan di jalan sekitar kantor Kemenag Pati.

Karimah, Sedekah dari Rumah Kemenag Pati

Pati – Ada kegiatan berbeda yang dilaksanakan pada Jumat ini di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati. Pegawai Subbag TU Kemenag Pati beserta karyawan dan karyawati lainnya, berkesempatan menggelar kegiatan “Jumat Berbagi” pada Jumat (30/7) ini.

“Jumat Berbagi” merupakan bentuk sumbangan dari karyawan dan karyawati Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati yang dilaksanakan setiap hari Jum’at dan langsung diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti tukang ojek, penjual sayur, penyapu jalan yang berada di sekitar kantor.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir telah membuat kalang kabut hampir semua negara di belahan dunia. Sendi-sendi kehidupan pun menjadi lumpuh tak berdaya karenanya. Banyak pekerja dirumahkan bahkan di-PHK perusahaan. Jamaah haji dan umrah tertunda keberangkatannya. Anak-anak tidak bisa masuk sekolah, ibu-ibu dibuat repot oleh putranya yang harus belajar daring. Belum lagi kalau ada anggota keluarga yang terpapar, sakit, meninggal, dan lain sebagainya.

Upaya-upaya yang telah ditempuh pemerintah selama ini untuk membendung Corona sepertinya belum membuahkan hasil yang menggemberikan. Mulai dari PPKM, gerakan-gerakan Bekerja dari Rumah, Berdoa dari Rumah, Belajar & Ibadah dari Rumah telah kita lalui bersama. Salah satu solusi alternatif yang belum ditempuh pemerintah adalah gerakan sedekah. Kita semua meyakini kekuatan sedekah sangat luar biasa, di antaranya :

1.   Sedekah Menolak Wabah Penyakit

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat At-Thabrani. “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).”

2.   Sedekah Memadamkan Kemurkaan Allah

Dalam riwayat al-Tirmidzi dan lainnya, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk” (Hasan Li-Ghairihi)

3.   Sedekah Menolak Bencana di Akhirat

“Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

Atas dasar hal tersebut, Pegawai Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kab. Pati menginisiasi dan memulai sebuah gerakan alternatif, yaitu Sedekah dari Rumah (Karimah). Gerakan ini adalah gerakan yang bersifat privat, non kedinasan, nirlaba, non profit, non partisan, non block. Siapapun bisa ikut berpartisipasi.

“Sedekah itu memang berat, apalagi kalau harus dilakukan rutin (istiqamah). Bisa jadi lebih berat dari ibadah shalat. Manusia memang diciptakan dengan sifat dasar kikir dan suka mengumpulkan harta. Mudah-mudahan sifat dasar yang demikian itu bisa kita kikis sedikit-demi sedikit hingga kita bisa menjadi hamba Gusti Allah SWT yang mukhlis dan pemurah, dengan rahmat dan pertolonganNya tentu saja,” ujar Perencana Kemenag Pati Moh Agus Suseno selaku penggagas program ini kepada Humas melalui percakapan whatsaap.

“Dari mana gerakan ini dimulai? Dimulai dari teman-teman di Subbag TU dan keluarga. Syukur-syukur saudara-saudara kita lainnya di Kementerian Agama bisa ikut berpartisipas,” tambahnya.

“Caranya sangat mudah. Kita sisihkan sebagian rezeki dan kita sedekahkan sebesar Rp 2.000,- saja setiap hari Jumat. Syukur-syukur bisa dikalikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada. Lebih afdhal lagi bila dilakukan setiap hari ba’da shalat Shubuh, karena sedekah subuh luar biasa fadhilahnya,” harap Agus.

Sebenarnya sedekah dapat dilakukan kapan saja. Namun banyak ulama berpendapat bahwa waktu terbaik untuk mengeluarkan harta di jalan Allah adalah saat subuh atau sebelum matahari terbit. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Teknis sedekahnya cukup dari rumah saja dengan menggunakan handphone (e- banking) ditransfer ke rekening bank yang sudah ditunjuk.

Banyak amaliyah yang bisa kita lakukan dengan uang sedekah yang terkumpul. Di antaranya, setiap hari Kamis uang kita tarik dari bank. Kemudian keesokan harinya (Jumat) kita sedekahkan kepada dhuafa’. Pada tahap-tahap awal, karena dana yang terkumpul belum begitu banyak, dana Karimah ditasarufkan untuk memberikan sarapan pagi nasi bungkus kepada tukang sapu jalan, tukang parkir, tukang becak, pemulung di wilayah kota Pati. Seperti yang telah dilakukan oleh relawan-relawan Karimah pada edisi 3, Jum’at (30 Juli 2021).

“Dalam perkembangannya nanti, tidak menutup kemungkinan pada suatu saat dana Karimah dapat dirupakan paket sembako, santunan yatim, bantuan modal kerja pelaku usaha mikro, bedah rumah tidak layak huni, dll,” pungkas Agus mengakhiri keterangannya.

Sementara ditemui Humas secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pati  Ali Arifin sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Aktivitas yang baru dilaksanakan kali ketiga ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Siapapun yang ingin berbagi diperbolehkan untuk bersedekah dalam bentuk barang apapun yang bermanfaat. Semakin banyak yang bersedekah maka akan semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

 “Selain memberikan manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan, kegiatan ini jelas mendorong karyawan karyawati Kemenag Pati untuk terus bersedekah, mengeluarkan zakat. Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung mendorong perwujudan moderasi beragama, toleransi serta mendorong rasa kemanusiaan, karena kita tidak memandang agama dan kepercayaan dalam berbagi rezeki,” tutup Ali. (at)