Karsono: Eksistensi Madrasah Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Zaman

Purbalingga – Dalam rangka membekali guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 (Kurtilas), Pusat Kegiatan Guru (PKG) SD/ MI Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi  Kurikulum 13 Bagi Guru Kelas II dan V, Pelatihan Senam Guru Penjas dan Bedah SKL Guru Kelas VI Pada SD/MI Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Kegiatan yang bertempat di Aula B. Soesasi komplek SMK Karya Bhakti Purbalingga ini diikuti oleh 312 peserta yang terdiri dari 284 guru SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Purbalingga, serta 28 guru dari  7 Madrasah Ibtidaiyah lain. Ke-7 madrasah tersebut adalah MI GUPPI Talagening, MI Cokroaminoto Karangcengis, MII Slinga, MII Pelumutan, MIA Majasem, MI P2A Meri  Kutasari, dan  MI P2A Cendana Kutasari.

Bimtek yang digelar Senin hingga Kamis (5 – 8/ 3) ini diteruskan dengan kegiatan  Pelatihan Senam pada Jum’at dan Sabtu (9-10/3). Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan kegiatan Bedah SKL, Sabtu (10/3). Narasumber Mapel dan Senam dari Instruktur Kabupaten (IKA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga. Sedangkan Narasumber Bedah SKL adalah penyusun naskah USBN Tingkat Provinsi  Jawa Tengah, Farid Syafrudin.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus ketua PKG, Sudarso Edi Prabowo menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan. “Tujuan Bimtek ini diantaranya membekali guru tentang Perangkat Pembelajaran sesuai Kurikulum 2013, meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik yang meliputi pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Melatih guru Penjas dalam kemampuan melatih Senam Terbaru 2016, membekali guru tentang kisi-kisi USBN dan meningkatkan kemampuan guru dalam penyampaian materi pelajaran,” urai Sudarso.

Ditambahkan bahwa Kementerian Agama melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan semua madrasah untuk melaksanakan Kurikulum 2013 secara bertahap dari kelas I dan IV, dan kelas II, III, V dan VI secara bertahap mulai tahun pelajaran 2017/2018.

Dalam mengimplementasikan kurikulum baru yang sudah melalui revisi dalam bebarapa bagian, lanjutnya, maka para guru di sekolah/ madrasah harus dibekali dengan pemahaman yang komprehensif tentang Kurikulum 2013. Untuk itulah Bimtek ini dilaksanakan. Sebagai upaya membiasakan peserta didik berperilaku sehat, perlu melakukan olah raga secara rutin, diantaranya senam. Untuk menyeragamkan senam bagi siswa SD/MI Muhammadiyah Purbalingga, maka perlu diadakan pelatihan senam terbaru tahun 2016 secara bersama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa di antara kunci keberhasilan Kurikulum 2013 adalah kreativitas guru dan kreativitas madrasah/ sekolah. Selain itu dalam rangka mensukseskan USBN sebagai upaya meningkatkan mutu SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga, dipandang perlu diadakan bedah SKL bagi guru kelas VI. 

“Dengan menindaklanjuti bimtek dan pelatihan ini kita berupaya agar madrasah segera dapat mengejar ketertinggalan menuju madrasah yang bermutu tinggi, karena keeksisan madrasah begitu dinanti oleh masyarakat yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman,” tandasnya. (sar/gt)