Karsono: Promosi dan Mutasi, Patah Tumbuh Hilang Berganti

Kakankemenag Kabupaten Purbalingga H. Karsono melantik dan mengambil Sumpah Jabatan Fungsional Penghulu atas nama Drs. H. Kholidin, M.S.I sebagai Penghulu pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mrebet 2 dengan Saksi Kasubbag TU H. Purwadi dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf sekaligus Plt. Kasi Bimas Islam H. Sarif Hidayat

Purbalingga – Promosi dan mutasi dalam kepegawaian merupakan hal yang biasa. Jangan pernah merasa khawatir dengan perginya orang-orang senior yang hebat-hebat dari lingkungan kita. Karena jika sebuah pohon tumbuh terlalu besar dan rimbun, maka akan sulit bagi rumput atau tanaman lain di bawahnya untuk tumbuh. Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga H. Karsono dalam sambutan pengarahannya usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Drd. H. Kholidin, M.S.I. sebagai Pejabat Fungsional Penghulu sekaligus Plt. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mrebet 2 di Aula Lantai 2 kantor setempat, Rabu (1/9/2021).

Kakankemenag Karsono menegaskan, jabatan sebagai sebuah amanah menjadi penting dan bermanfaat ketika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Namun akan menjadi laknat jika yang terjadi sebaliknya. Maka amanat haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai disia-siakan.

“Jangan abaikan amanah yang diberikan, karena semuanya akan dituntut pertanggungjawaban di kemudian hari baik di dunia maupun di akhirat,” pesannya.

Ia mengingatkan sebuah kiat agar amanah jabatan yang diemban seorang pejabat atau pegawai tidak membebaninya di kemudian hari yaitu dengan melaksanakan secara sungguh-sungguh apa yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.

“Sahabat Amru bin Ash ketika meminta jabatan kepada Rasulullah saw tidak diberi atau ditolak. Demikian juga dengan sahabat Abas bin Abdul Muthalib yang juga kerabat Beliau saat meminta jabatan juga ditolak,” jelasnya.

Kakankemenag Karsono menegaskan, ada hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan pelantikan tersebut.

“Selamat, semoga amanah dalam memegang jabatannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Yakinlah bahwa kita manusia itu dalam ungkapan Jawa apa nandure.Nandur apik thukule apik, nandur gabah thukule pari. Jangan berharap memanen padi jika yang kita tanam itu rumput,” ungkapnya filosofis.

Menurutnya, setiap individu memiliki karakter masing-masing. Oleh karenanya ia meminta pejabat fungsional terlantik untuk secepatnya bersinergi dengan APRI sebagai wadah para Penghulu di kabupaten Purbalingga agar dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Songsong Revitalisasi

Menyongsong isu Revitalisasi KUA Kakankemenag Karsono mengingatkan peran Penghulu dan Kepala KUA sangat penting.

“KUA harus hadir sebagai ibu Kementerian Agama dengan berbagai layanan yang diberikannya yang tidak lagi sekedar mengurus pernikahan dan perceraian, tetapi berbagai layanan lain seperti urusan zakat, wakaf, haji, serta layanan keluarga sakinah. Sehingga ketika wajah KUA di daerah baik, maka wajah Kementerian Agama juga menjadi baik,” ungkapnya.

Ia berharap para pegawai di jajarannya selalu mempersiapkan diri, karena jabatan bukan sekedar amanah tetapi juga prestasi..

“Ada hikmah yang dapat dipetik dari kepergian orang-orang senior yang hebat dari kantor kita. Seperti Kasubbag TU H. Ahmad Muhdzir yang menjadi Kepala Kankemenag kabupaten Temanggung,dan Kasi Bimas Islam H. Mukhlis Abdillah yang menjadi Kakankemenag Kota Semarang, termasuk K.H. Kholidin hari ini. Hikmahnya yaitu akan munculnya kader-kader baru sebagai generasi penerus, karena di bawah pohon besar yang terlalu rimbun akan sulit tumbuh rumput atau tanaman lainnya,” ujarnya penuh filosofi.* (sar/bd)