Karu dan Karom Harus Cepat Beradaptasi

Purbalingga – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga secara maraton melaksanakan berbagai bimbingan kepada para Calon Jemaah Haji. Hal ini dalam rangka mewujudkan cita-cita menjadikan Jemaah Haji Purbalingga yang mandiri. Dimulai dari pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji tingkat kecamatan (02-07/07), Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten (09-10/07), hingga Pembekalan Tugas Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula Uswatun Hasanah Purbalingga, Rabu s.d. Kamis (11 – 12/07).

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Ratmono berharap pelaksanaan tugas dan fungsi Karu/Karom tahun ini lebih bagus dari dari tahun sebelumnya.  Karu/Karom juga diharapkan agar segera bisa beradaptasi dengan jemaah yang dipimpinnya.

“1 Karu membawahi 10 jamaah. 1 Rombongan membawahi 4 regu. Jadi, secara otomatis 1 rombongan ada 45 jamaah haji. Ada rombongan tertentu di kloter 89 penggenapan tambahan dari kabupaten Banyumas. Dengan demikian menambah ta'aruf dan kawan. Karu/Karom diharapkan segera bisa beradaptasi,” ungkap Ratmono.

Ratmono menjelaskan kegiatan pembekalan diikuti oleh 65 orang Karu/Karom dan 16 petugas TPHI, TKHI dan TPHD. Bertindak selaku narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono, Kasubbag TU, Ahmad Muhdzir, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Ratmono dan dr. Gunawan Santosa dari RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono dalam pembekalannya  mengajak kepada Karu dan Karom untuk mengenali diri dan tugasnya.

“Keberhasilan jamaah dalam meraih haji mabrur tergantung dari petugasnya. Siapapun yang menjadi Karu/Karom harus menciptakan keuntungan bagi diri dan jamaahnya. Di antaranya Karom hafal nama Karu beserta anggotanya agar terjalin komunikasi yang baik,” ujar Karsono.

Karsono juga memaparkan langkah-langkah optimalisasi Karu Karom. Yang pertama, pemberian motivasi bahwa sebagai Karu/Karom adalah tugas tambahan yang mulia yang beroleh pahala. Kedua, Pemberian stimulan Karom SAR 300 dan Karu SAR 100. Ketiga, pengenalan terhadap tugas-tugas Karu/Karom. Keempat, bekali dengan perangkat pengendali yang mudah dipahami dan digunakan. (sar/gt)